Kamis, 19 Januari 2012

aku, kau, dan Dia (Jilid 2)


Dalam diam
Ku bertanya
Dalam diam
Ku berharap
Dalam diam
Ku berdoa
Ku menjadi sang hawa yang layak
Mendapatkan sang adam yang juga layak
Untuk dimiliki dan memiliki
Olehnya dan dia (nya)
Di waktu yang tepat
Dan dengan cara yang indah
Dalam skenario-Nya yang ciamik

Aku, kau, dan Dia (Jilid 1)


Ketika banyak mereka mengubar perasaan semunya
Aku (lebih) memilih diam
Menyimpan rapat rasa tulus yang (begitu) membuncah
Dan (sungguh) banyak dalam dada ini
Hingga tiba waktuku untuk menyatakan semuanya

Ketika banyak mereka lebih gemar menggumbar kata
Daripada menunjukkan laku
Aku (lebih) memilih diam
Menyimpan perasaan yang semestinya
Lebih dari sekedar kata-kata bualan

Ketika mereka (lebih) gemar berinteraksi secara fisik
Aku (lebih) memilih menghindarinya
Mencegah kuasa sang nafsu
Menghalau bujuk rayu sang setan

Ketika mereka (lebih) gemar merajut hubungan semu
Aku (lebih) memilih sendiri
Hingga (nanti) tiba waktunya
Aku dipersatukan oleh kasih-Nya
Dalam satu ikatan resmi
Dengan dia yang kepadanya rasa ini
Layak untuk kupersembahkan atas izin-Nya



Sport's Flash


Gunners oh Gunners (edisi 2012): Be Consistent Guys, Come On!
“Tim ini kan tim yang aneh!” komentar salah seorang admin di akun resmi salah satu website sepakbola terkemuka dalam negeri.  Keanehan yang dimaksud tak lepas dari hasil pertandingan yang naik-turun.  Setelah membukukkan kemenangan di pertandingan awal tahun ketika hampir semua tim penghuni lima besar klasmen EPL justru mengalami kekalahan atau hanya berbagi satu poin saja, tim ini dengan nyelenehnya justru mendulang tiga poin.  Awal yang menjanjikan bagi GUNNERS yang sempat menghuni papan bawah klasmen di awal musim.  Sayang, tren positif itu hanya berlanjut hingga di babak penyisihan Piala FA, sementara dua pertandingannya di EPL berakhir tanpa poin.  Arsenal pun tertahan di peringkat empat dengan 36 poin, semakin jauh dari pemuncak klasmen Manchester City ataupun pesaing terdekatnya Chelsea di posisi tiga.  Setelah kekalahan 3-1 oleh Porsmouth sepekan sebelumnya, ahad kemarin (15/01), tim asuhan Arsenen Wenger ini kembali menyerah 3-2 dari tuan rumah Swansea City.  Hasil minor ini tentu menjadi catatan yang kurang baik bagi RVP dkk.  Titel juara EPL musim ini sepertinya harus mulai dilupakan, dan fokusnya dialihkan ke Liga Champion dan Piala FA, yang masih lebih memungkinkan untuk menghasilkan gelar.  Masuknya Thierry Henry yang dipinjam dari klub Prancis, PSG, belum rupanya belum menaikkan posisi tim asal London Utara ini di papan klasmen sementara EPL.  Mungkin, masuknya Henry memang bisa menambah daya gedor tim kebanggaan para GOONERS ini di lini depan, namun sayangnya tim ini mengalami kepincangan di lini belakang yang mengakibatkan seringnya gawang Scezny kebobolan terutama di babak kedua.  Maka, alangkah bijaknya bila sang arsitek fokus mencari pemain belakang di bursa transfer tengah musim besok guna menambal kebolongan di lini belakang tersebut, minimal untuk meminimalisir umpan yang bisa dimanfaatkan jadi gol oleh para pemain lawan.  Yah, terlepas dari posisi finish GUNNERS pada klasmen akhir EPL pertengahan tahun nanti serta kesuksesan di dua ajang lainnya, Liga Champion dan Piala FA, setidaknya ada usaha dari manajemen untuk memperbaiki prestasi di musim ini, minimal bisa mengamankan tiket ke LC musim depan dan bahkan menggondol satu gelar di akhir musim nanti, we’ll see. GO GUNNERS GO! :)
***

Turnamen Super Series Pembuka 2012
Final Super Series di Cina belum genap satu bulan berlalu, namun Korea Open sudah membuka tahun 2012 ini di pekan pertama Januari yang disusul dengan kejuaraan Malaysia Open sepekan kemudian.  Diikuti oleh hampir seluruh pemain top dunia, kedua turnamen tersebut berlangsung seru.  Untuk lebih detailnya, here we go one by one…
Victor Korea Open Premiere Super Series
Seperti biasa, Korea Open membuka rangkaian turnamen Super Series.  Makin istimewa karena turnamen ini bukan sekedar turnamen super series biasa, melainkan cap premiere yang level dan hadiahnya lebih tinggi.  Turnamen yang berlangsung hampir sepekan di Seoul ini menempatkan tiga wakil Korea masing-masing di Ganda Putra (MD), Ganda Putri (WD), dan Ganda Campuran (XD) di partai final.  Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang merupakan ganda andalan tuan rumah berhadapan dengan musuh bebuyutan sekaligus unggulan pertama asal Cina Cai Yun/Fu Haifeng di partai pembuka.  Sempat kalah di game pertama dan mampu mneguasai dua game sisa, sepertinya sektor ini sudah akan menyumbang gelar.  Unggul jauh di interval set ke-3, juara bertahan tahun lalu ini justru mesti mengakui keunggulan ganda senior Cina itu 21-19 di akhir set ketiga.  Asa meraih gelar pun memudar.  Namun, asa publik tuan rumah belum sepenuhnya habis.  Ha Jung Eun/Kim Min Jung berupaya menahan laju Zhao Yunlei/Qian Tin yang sayangnya msih terlalu perkasa untuk dikalahkan, sehingga partai kedua ini berkesudahan dengan keunggulan dua set langsung bagi ganda Cina.  Asa public tuan rumah masih ada melalui Lee Yong Dae yang kali ini berpasangan dengan  Ha Jung Eun di Ganda Campuran (XD) dan mesti menghadapi ganda Cina juga, Xu Chen/Ma Jin yang unggulan dua.  Pertandingan penutup ini pun tak kalah ketat dari ganda putra tadi, sempat menyamakan kedudukan di set kedua, akhirnya pasangan tuan rumah tak kuasa menahan gempuran pasangan Cina. 

Bisa jadi, faktor stamina setelah bermain di dua partai mempengaruhi performa ganda campuran nomor satu Korea saat ini.  Meski demikian, hasil ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang membuahkan satu gelar di ganda Putra melalui Jung Jae Sung/Lee Yong Dae ini.  Semantara Cina, kembali mendominasi di empat partai: ganda Putra-Putri-Campuran dan Tunggal Putri.  Bahkan, satu diantaranya diperoleh dari all-China-final di partai tunggal putri.  Beruntung, upaya sapu bersih yang sebenarnya mungkin terjadi berhasil digagalkan oleh kegemilangan tunggal putra nomor satu dunia saat ini Lee Chong Wei yang berhasil menekuk sang musuh bebuyutan Lin Dan setelah sempat tertinggal di babak pertama.  Dengan demikian, Cina kembali memimpin dengan empat gelar di turnamen Super Series perdana di tahun 2012 ini.
Maybank Malaysia Open Super Series
Hanya berselang dua hari dari final Korea Open, turnamen super series kedua digelar di Malaysia.  Jarak yang hanya dua hari saja membuat beberapa pemain unggulan tidak ambil bagian ataupun mengundurkan diri.  Di ganda putra misalnya, dua unggulan teratas Cai Yun/Fu Haifeng (Cina) dan JJS/LYD (Korea) tidak tampak dalam drawing.  Pun, sang ratu ganda putri Wang Xiaoli/Yu Yang ataupun juniornya Zhao Yunlei/Qian Tin juga tidak tampak ambil bagian.  Sementara di tiga sektor lainnya: ganda campuran, tunggal putra-putri masih diikuti oleh seluruh pemaian unggulannya.  Diwarnai beberapa kejutan seperti tumbangnya tunggal nomor dua dunia Lin Dan di babak-babak awal, secara keseluruhan distribusi gelar di turnamen kali ini bisa dibilang cukup merata.  Cina yang dominan di turnamen sebelumnya, kali ini hanya kebagian dua gelar saja di ganda campuran dan tunggal putri yang diperoleh dari final sesama pemain Cina.  Zhang Nan/Zhao Yunlei yang unggulan pertama berhasil mengatasi kompatriotnya unggulan dua Xu Chen/Majin yang di semifinal sehari sebelumnya mengalahkan ganda Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.  Sementara, Wang Yihan juga mampu menngungguli Wang Xin sang unggulan dua di ganda putri.  Korea yang menempatkan dua  wakilnya kembali gagal meraih gelar setelah Ha Jung Eun/Kim Min Jung di ganda putri gagal mengatasi perlawanan ganda senior-junior Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rythr Juhl dan ganda mudanya tak mampu mengungguli ganda Taipe di ganda putra.  Tuan rumah kali ini masih beruntung kebagian satu gelar persembahan tunggal andalannya Lee Chong Wei yang mengalahkan tunggal Jepang Kenichi Tago dalam straight set.  Dengan demikian, Cina maish unggul dengan 6 gelar, disusul Malaysia dengan koleksi dua gelar oleh orang yang sama, serta Denmark dan Taipe yang masing-maisng mengoleksi 1 gelar.  Sementara Korea dan Indonesia belum kebagian satu gelar pun dari sepuluh yang telah diperebutkan.  Turnamen super series berikutnya baru akan digelar Maret mendatang, namun bulan depan para pebulutangkis dunia sudah akan dihadapkan dengan kejuaraan beregu Thomas-Uber Cup di bulan Februari nanti.  Bagaimana peluang Indonesia? Check this out!
Hey Indonesia! Where are You? Indonesia oh Indonesia
Bicara soal prestasi para pemian Indonesia di dua super series awal sama galaunya dengan membicarakan Gunners.  Pasalnya, seperti halnya GUNNERS, Indonesia juga sedang dilanda krisis gelar sejak beberapa tahun terakhir.  Jangan bahas kenapa ya, sudah bosen, bisa lihat di tulisan penulis sebelumnya terkait kondisi bulu tangkis tanah air.  Miris ya, di dua turnamen pembuka tahun 2012 ini, jangankan meraih gelar, masuk final saja pun tidak.  Malah, beberapa pemain justru kini dilanda cedera seperti pemain ganda Mohammad Ahsan.  PBSI harus segera melakukan recovery terutama bagi mereka yang tergabung di timas sebab bagaimanapun mereka nantinya akan sangat dibutuhkan di ajang Thomas-Uber Cup.  Meskipun tahun ini fokus para pemain dunia lebih ke Olimpiade London, namun gengsi kejuaraan beregu tertua dan paling bergengsi di dunia tersebut menajdikan pamornya tetap terjaga.  Keberhasilan di perhelatan dua tahuanan sekali ini nantinya bisa menjadi kredit tersendiri bagi perbulutangkisan nasional terutama di tengah kondisi badminton nasional yang tengah menurun ini.  Semoga saja, meskipun pada melempem di ajang Super Series, kebersamaan dan kekompakkan tim akan menjadi suatu suntukan motivasi tersendiri bagi para pemain Indonesia untuk mengarhakan yang terabik demi memperoleh prestasi yang maksimal di ajang Piala Thomas-Uber mendatang. Bagaimanapun, saat ini Indonesia butuh mengamankan tiket menuju putaran final Olimpiade London 2012 sehingga penting untuk bisa melaju semaksimal mungkin guna mengumpulkan poin yang sebanyak-banyaknya sebagai modal menembus 8 besar untuk ambil bagian di Olimpiade London 2012 nanti. 
 

Sabtu, 14 Januari 2012

(Untuk) Para Pengadil (yang Terhormat)


Untuk Para pengadil yang terhormat
Sadarkah kalian akan posisi kalian sebagai pengadil
Taukah kalian bahwa adil itu lebih dari sekedar tidak memihak
Bahwa adil itu bukan semata seimbang
Untuk para pengadil yang terhormat
Apa yang lebih berharga daripada seonggok keadilan bagi kalian
Apakah setumpuk uang
Atau rasa cinta yang menimbulkan keberpihakan
Untuk para pengadil yang terhormat
Apa yang lebih bermakna dari keadilan
Kekayaan?
Kepuasan?
Untuk para pengadil yang terhormat
Membenarkan yang salah-
-dan menyalahkan sesuatu yang benar itu
Adilkah?
Untuk para pengadil yang terhormat
Sadarkah bahwa profesi kalian itu rentan
Bahwa mengadili itu sungguh bukan suatu perkara mudah
Bahwa setiap perkara yang diadili itu akan dipertanggujawabkan
Bahwa pertanggungjawabannya bukan hanya secara vertikal
Melainkan juga horizontal
Untuk para pengadil yang terhormat
Manusia tidak bisa menuntut lebih ketika satu perkara telah ditentukan
Namun Tuhan,
Tuhan berhak, bahkan sangat berhak untuk menuntutnya
Suatu saat kelak
Di dunia ataupun di akhirat


Kisah Puisi Misterius


Well, hai visitor, udah lama juga yaa penulis gak mem-posting sesuatu, padahal penulis masih ada satu resensi film INDONESIA sana Sinema Wajah Indonesia yang masih dalam bentuk draft dan masih (selalu) belum sempat terselesaikan akibat selain faktor kesibukan *ceileeeh* juga faktor mood yang sedang tidak bersahabat. 

Naah dalam potingan kali ini, memanfaatkan momen Saturday night penulis mau sedikit berbagi kisah yang kalau penulis inget-inget itu suka bikin mesem-mesem sendiri lah saking entah ya apa ini suatu kepolosan apa suatu kecuekan.  Yang jelas sih, kisah ini berhubungan deh sama malam ahad versi orang-orang, catch it? Yaa, kalau film genrenya romantic comedy kali ya..heu penasaran? Chek this out!
***
Kisah ini berlangsung sekitar lima hingga enam tahun lalu, emm..pokoknya tahun 2006 pertengahan.  Tentang sepasang anak manusia, lelaki dan perempuan.  Perempuannya siapa? Yap penulis, lelakinya? Teman sekaligus rekan lelaki penulis.  Teman dan rekan, lebih tepatnya rekan seorganisasi.  Bukan, sama sekali bukan rekan hati meskipun ada hubungannya.

Ya, jadi yah konon sang lelaki yang usianya hanya terpaut tujuh bulan (lebih muda) saja (yang sebenernya teteup aja ya masalah buat penulis mah—don’t ask why, I think it’s too personal ya, human right) memiliki satu ketertarikan khusus sama penulis yang biasa disebut oleh orang-orang sebagai perasaan suka.  Indikatornya? Banyak juga sih ya dari mulai kalau ngobrol nyerempet-nyerempet (you know lah visitor), suka nelfon-nelfon ke rumah (OMEGOD, jadi nyesel penulis malah masuki nomor rumah di satu formulir, tapi tarif HP juga kan tahun 2006 belum  se-serba murah meriah sekarang, heu) dengan topik yang kadang-kadaang terlalu dicari-cari, sampai yang agak unik ya yang bakal jadi inti cerita ini.

Jadi ya, suatu hari, sepulang rapat, si doi yang notabene secara hirarki oraganisasi berada di atas penulis tiba-tiba aja menyodorkan satu disket (tahun 2006 ya ketika yang namanya FD belum se-booming 1-2 tahun kemudian, saat disket meski sudah tidak lagi menjadi primadona, tetep masih dipake). “tolong dicekin dong,” katanya kurang lebih saat itu.  Tanpa panjang lebar meski kecurigaan sedikitnya ada ya penulis ambil saja “kan gak rugi juga ya  liatin doank mah,” batin penulis saat itu.  Dengan tanpa ada firasat apa penulis buka aja ya tuh disket.  Ada beberapa file yang penulis lupa ya pastinya berapa dan apa saja, tapi kemudian ada satu file berbentuk PPT kalau tidak salah yang agak-agak mncuri perhatian sekaligus mencurigakan.

Dan, saat penulis buka, jeng jeng jeng, puisi!  “Puisi?” sejuta keheranan menyergap otak penulis.  Well, baca penulis memutuskan untuk membacanya ya, gimana, penasaran juga.  Ketika beres, pelbagai pertanyaan lain menyusul pertanyaan awal penulis.  Isi pastinya penulis lupa, namun yang jelas isinya kurang lebih menunjukkan semacam ungkapan perasaan.  Perasaan apa? Entahlah, yang jelas bahasanya sih menyiratkan kekaguman, rasa tertarik, yah kind a romantic poem with romantic lyrics.  Sejuta perasaan berkecamuk ya di dada dan otak penulis, bodor, lucu, aneh, curiga, hingga takut dan risih!

Bodor dan lucu karena ya penulis fikir kan apa-apaan nih, kirain bakal puisi apa gitu yaa..eehh ujung-ujungnya puisi romantic-pop begitoh.  Aneh, ya iyalah, apa coba maksudnya masukin puisi itu di disket itu, jadi itukah inti dari oisi disket itu yang doi maksud?  Curiganya, itu tadi, apa dan kenapa bisa ada puisi itu di disket itu? Kalau maksudnya emang mau menunjukkan puisi itu, jadi? Nah, ini dia yang bikin takut. Ya, kebayang atuh kalau maksud doi emang mau nunjukkin puisi itu kan horor juga bagi penulis secara udah sangat menganggap teman, dan akhirnya kalau emang itu maksudnya kan malah jadi risih ujungnya (ya soalnya perasaan penulisnya sangat-sangat biasa aja sama doi jadi gimana donk, bukannya seneng deh aslinya, risih).  

Tapi, poin yang bikin menariknya adalah sebenernya penulis awalnya gak begitu ngeh loh dengan maksud implicitnya si doi.  Berhubung memang ada data lain yang emang lebih masuk akal untuk dilihat dan dicek, jadi yaa saat itu penulis anggap itu mah arsip pribadinya doi yang (tidak) sengaja tersimpan di disket yang emang baru memori kosongnya masih banyak itu.  Dan, udah deh, penulis liat ya udah beberapa hari berselang pas bertemu kembali sama sang empunya disket, penulis kembalikan tanpa ada satu firasat lain-lain apa pun alias tiis tiis wae, hahaha! 

“Gimana?” komentarnya kalau tidak salah saat penulis mengembalikan disket-nya? Apanya yang gimana kan ya fikir penulis.  Dan nampaknya ya yang gimana itu sebenernya puisinya.  Nah, berhubung penulis ceritanya gak ngerti dan cenderung pura-pura bahkan tidak mau mengerti ya  ditanngapi snetral mungkin sekalipun doi-nya udah serempet-serempet, as usual.  Dari sana udah deh casa close.

Cuma yaa, penulisnya baru ngeh gitu kalau itu puisi emang kayaknya sengaja ya ditulis dan dimasukkan ke disket itu dan kemudian disertakan file lain seolah emang iya ada sesuatu yang mesti dicek disana ataupun sebaliknya ya memanfaatkan dokumen yang hendak diperlihatkan pada penulis ya sekalian saja dimasukin deh tuh puisi.  Yang pasti itu sebenernya kind of a sweet thing yaa, tapi ahh jadi gararetek aja gitu penulis mah.  Apalagi ya kemarin-kemarin sempet ketemu dan sedikit berbincang lagi sama doi setelah hampir tiga tahunan gak ketemu dan satu tahunan paling Cuma saling bales senyum pas ketemu, kalau inget momen itu sungguh bukan Cuma senyum-senyu tapi malah mau ngakak!  Bodor abis lah kisah puisi itu! Heuu Sekarang ini kita lumayan sering ketemu ya soalnya kita kan masih berada di bawah naungan satu organisasi yang sama hanya dari segi komunikasi sudah sama  sekali tidak seintens dulu, doi pun sudah beralih ke lain hati sejak lama (alhamdulillah yak an artinya penulis tidak menzalimi anak orang lain..heu), adapun kisah puisi itu ya biarkanlah menjadi bagian dari kisah di masa beger penulis. :D

Senin, 09 Januari 2012

Balada Minggu Tenang: Curahan Hati Seorang Mahasiswa


Alhamdulillah….akhirnya hari senin (9 Januari 2012) ini tiba juga,
Hum…hari ini bisa dikatakan hari yang paling painful, eh tapi gak juga deh, yang painful itu hari-hari menjelang hari ini nya denk.  Dan apakah yang membuat hari-hari kemarin terasa begitu melelahkan?  Padahal kan minggu kemarin itu (ceritanya) minggu tenang loh.  Tapi penulis, boro-boro tenang yaa, yang ada gundah gulana! ;)

Kenapa coba??  Salah besar ya kalau yang namanya minggu tenang adalah minggu bersantai bagi mahasiswa, pilihan kata minggu tenang itu kayaknya sih emang sengaja dipopulerkan supaya gak menimbulakan kesan yang gimanaaaaaaa gitu, soalnya kan pada kenyataannya minggu teang itu tidak pernah benar-benar ada dalam kamus mahasiswa, apalagi menjelang UAS!  

Hayooh yang mahasiswa siapa diantara kalian yang menikmati minggu tenang?  Pasti ada lah yaa Cuma presentasinya pasti sangaaaaaaat minim! (haha..streotyping saia).  Minggu tenang itu kebanyakan malah jadi kayak terror tersendiri buat kita mahasiswa, ya gak sih? *mencari pembenaran*.  Oke, kalau kalian gak, penulis sih gitu.  Okelah hari pertama kedua kita masih bisa, tenang laah masih lima hari, ehh tapi yaa itu pressure-nya makin hari makin…beuh edan lah!  

Dan, kondisi kayak gitu tuh hampir selalu terjadi di setiap semester! Bayangin ya, tiap semester!  Dan semester ini sebagaimana semester-semester lalu, ya gitu juga.  Sang terror datang dari tugas akhir di satu mata kuliah yang deadline-nya senin ini padahal jadwal UAS-nya masih kamis *ngarep ada kelonggaran waktu*.  Dengan format-nya yang rinci dan cukup bikin isi kepala penulis awut-awutan, dengan tema-nya yang susah-susah gampang, dengan jumlah kata-nya yang musti nyampe 4000-4500, dengan dosen-nya yang subhanallah *tidak mengenal ampun*, dengan deadline-nya yang hari ini *padahal jadwalnya kamis tea*, dan dengan berbagai gangguan-nya yang bersifat teknis-non teknis, intern-ekstern, jadilah tugas akhir ini menjajah waktu umm penulis dan mungkin juga teman2 penulis yang lain di hari-hari terakhir minggu tenang kita.

Udah mah itu tugas sangat membelenggu, ehh..jadwal UAS hari ini pun kurang bersahabat!  Jadi ya hari ini UAS satu mata kuliah yang gimana yaa gampang-gampang susah, mata kuliah yang menuntut daya analisis kita (loh emang yang lain enggak?).  Dan, gara-gara penulis terlalu fokus ke tugas yang itu *#eaa mencari kambing hitam ini mah, padahal emang penulisnya aja yang gak bisa nge-manage waktu dgn baik*, alhasil penulis sangat sangat sangat kurang belajar buat UAS tadi *kayak yg iya suka belajar aja lagian*.  Dan, hasilnya? Jreng jreng jreng “we sow what we reap”, sekalipun yaa itu UAS-nya Open Book, which is #SESUATU yang sudah sangat langka, teteup aja njelimet buat penulis mah.  Nih yaa, dari 3 soal (ada 6 ya, tapi yang dua terakhir itu informasi aja sebenernya dan yang awal soalnya) penulis Cuma ngeberesin satu!  Itu kan disuruh nganalisis, penulis Cuma baru sampe mengidentifikasi belum masuk analisis, padahal tadi itu loh ini Open Book test, parah!

Hasilnya bakal kayak gimana entah lah, bisa jadi itu adalah hasil UAS yang paling mngecewakan buat sang dosen *maaf ya pak*.  Penulis udah pasrah soalnya Cuma penulis kayaknya yang sama sekali tidak menganalisis, kan pas mau ngumpulin penulis sambil jalan sambil lirik kesana-kemari *bukan nyontek loh wong dah mau dikumpulin!*.  Penulis sedang mencari sekutu yang juga hasil pekerjaannya gak jauh beda sama penulis, hasilny? NIHIL!  Pengen jerit-jerit dah sebenernya, pengen ditambahhin waktunya,eehh..gak dink, ulangi lagi kalau bisa, mulai dari awal, biar penulis bisa lebih cepetan dikit mikirnya.  Entahlah apa yang salah ya, apa emang otak penulis butuh peregangan apa gimana, tapi entah mengapa juga tidak ada perasaan menyesl berlebih karena hasil kerja penulis tadi.  Yang penting penulis sudah berusaha dan apa pun hasilnya ya itu konsekuensi dari usaha yang mungkin memang tidak semasif yang lain, so let’s GOD show the way.. :D

Finally, penulis ingin mengucapkan ALHAMDULILLAHIRABBIL”ALAMIIN atas berlalu nya hari ini.  Penyesalan karena kurang berusaha dengan maksimum selalu ada ya, tapi penulis berusaha tidak terperangkap disana.  Dengan penulis menyelesaikan tugas dan penulis berusaha mengerjakan UAS sekemampuan penulis yaa itu udah jadi bentuk tanggung jawab penulis sebagai mahasiswa.  Sekarang, silakan para bapak-ibu dosen yang terhormat untuk mejalankan tugasnya: semoga Anda-Anda masih sudi memeriksa dan menilai tugas dan pekerjaan saya yang mahasiswa tingkat akhir ini.  Apapun nilai akhirnya Cuma stu sih harapan penulis mah:  semua LULUS! Aamiin!

Sekali lagi ALHAMDULILLAHIRABBIL’ALAMIIN penulis ucapkan sebagai rasa syukur untuk telah terlewatinya hari ini.  Masih ada tiga-empat UAS lagi, semoga bisa jauh lebih baik ya hasilnya dan usaha penulis disana bisa maksimal guna menutupi keserbaterbatasan di hari ini.  Dan semoga semuanya tidak lepas dari berkah dan karunia-Mu ya Rabb, AAMIIN! :)

Rabu, 04 Januari 2012

New Year's Greeting

Selamat menjalani pekan pertama di tahun 2012,
Ada yang sudah mulai beraktivitas (masuk kerja, masuk sekolah, masuk kuliah); ada yang masih menikmati pekan terakhir bersantai (baru masuk sekolah/kuliah/kerja senin depan),
Semoga segala aktivitas kita di tahun 2012 ini senantiasa berada dalam limpahan berkah sang Maha Kuasa,
Buat temen-temen mahasiswa yang sudah mulai ujian semangat; yang masih ngerjain tugas jangan menyerah yaa  kawan! :)
Bagi yang akan segera PPL dan menyusun skripsi semoga kita senantiasa diberi kelancaran #curcolmahasiswatingkatakhhir ;p
Intinya, semoga tahun 2012 ini menjadi tahun yang penuh berkah untuk kita semua..aamiin! :))