Kamis, 19 Januari 2012

Sport's Flash


Gunners oh Gunners (edisi 2012): Be Consistent Guys, Come On!
“Tim ini kan tim yang aneh!” komentar salah seorang admin di akun resmi salah satu website sepakbola terkemuka dalam negeri.  Keanehan yang dimaksud tak lepas dari hasil pertandingan yang naik-turun.  Setelah membukukkan kemenangan di pertandingan awal tahun ketika hampir semua tim penghuni lima besar klasmen EPL justru mengalami kekalahan atau hanya berbagi satu poin saja, tim ini dengan nyelenehnya justru mendulang tiga poin.  Awal yang menjanjikan bagi GUNNERS yang sempat menghuni papan bawah klasmen di awal musim.  Sayang, tren positif itu hanya berlanjut hingga di babak penyisihan Piala FA, sementara dua pertandingannya di EPL berakhir tanpa poin.  Arsenal pun tertahan di peringkat empat dengan 36 poin, semakin jauh dari pemuncak klasmen Manchester City ataupun pesaing terdekatnya Chelsea di posisi tiga.  Setelah kekalahan 3-1 oleh Porsmouth sepekan sebelumnya, ahad kemarin (15/01), tim asuhan Arsenen Wenger ini kembali menyerah 3-2 dari tuan rumah Swansea City.  Hasil minor ini tentu menjadi catatan yang kurang baik bagi RVP dkk.  Titel juara EPL musim ini sepertinya harus mulai dilupakan, dan fokusnya dialihkan ke Liga Champion dan Piala FA, yang masih lebih memungkinkan untuk menghasilkan gelar.  Masuknya Thierry Henry yang dipinjam dari klub Prancis, PSG, belum rupanya belum menaikkan posisi tim asal London Utara ini di papan klasmen sementara EPL.  Mungkin, masuknya Henry memang bisa menambah daya gedor tim kebanggaan para GOONERS ini di lini depan, namun sayangnya tim ini mengalami kepincangan di lini belakang yang mengakibatkan seringnya gawang Scezny kebobolan terutama di babak kedua.  Maka, alangkah bijaknya bila sang arsitek fokus mencari pemain belakang di bursa transfer tengah musim besok guna menambal kebolongan di lini belakang tersebut, minimal untuk meminimalisir umpan yang bisa dimanfaatkan jadi gol oleh para pemain lawan.  Yah, terlepas dari posisi finish GUNNERS pada klasmen akhir EPL pertengahan tahun nanti serta kesuksesan di dua ajang lainnya, Liga Champion dan Piala FA, setidaknya ada usaha dari manajemen untuk memperbaiki prestasi di musim ini, minimal bisa mengamankan tiket ke LC musim depan dan bahkan menggondol satu gelar di akhir musim nanti, we’ll see. GO GUNNERS GO! :)
***

Turnamen Super Series Pembuka 2012
Final Super Series di Cina belum genap satu bulan berlalu, namun Korea Open sudah membuka tahun 2012 ini di pekan pertama Januari yang disusul dengan kejuaraan Malaysia Open sepekan kemudian.  Diikuti oleh hampir seluruh pemain top dunia, kedua turnamen tersebut berlangsung seru.  Untuk lebih detailnya, here we go one by one…
Victor Korea Open Premiere Super Series
Seperti biasa, Korea Open membuka rangkaian turnamen Super Series.  Makin istimewa karena turnamen ini bukan sekedar turnamen super series biasa, melainkan cap premiere yang level dan hadiahnya lebih tinggi.  Turnamen yang berlangsung hampir sepekan di Seoul ini menempatkan tiga wakil Korea masing-masing di Ganda Putra (MD), Ganda Putri (WD), dan Ganda Campuran (XD) di partai final.  Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang merupakan ganda andalan tuan rumah berhadapan dengan musuh bebuyutan sekaligus unggulan pertama asal Cina Cai Yun/Fu Haifeng di partai pembuka.  Sempat kalah di game pertama dan mampu mneguasai dua game sisa, sepertinya sektor ini sudah akan menyumbang gelar.  Unggul jauh di interval set ke-3, juara bertahan tahun lalu ini justru mesti mengakui keunggulan ganda senior Cina itu 21-19 di akhir set ketiga.  Asa meraih gelar pun memudar.  Namun, asa publik tuan rumah belum sepenuhnya habis.  Ha Jung Eun/Kim Min Jung berupaya menahan laju Zhao Yunlei/Qian Tin yang sayangnya msih terlalu perkasa untuk dikalahkan, sehingga partai kedua ini berkesudahan dengan keunggulan dua set langsung bagi ganda Cina.  Asa public tuan rumah masih ada melalui Lee Yong Dae yang kali ini berpasangan dengan  Ha Jung Eun di Ganda Campuran (XD) dan mesti menghadapi ganda Cina juga, Xu Chen/Ma Jin yang unggulan dua.  Pertandingan penutup ini pun tak kalah ketat dari ganda putra tadi, sempat menyamakan kedudukan di set kedua, akhirnya pasangan tuan rumah tak kuasa menahan gempuran pasangan Cina. 

Bisa jadi, faktor stamina setelah bermain di dua partai mempengaruhi performa ganda campuran nomor satu Korea saat ini.  Meski demikian, hasil ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang membuahkan satu gelar di ganda Putra melalui Jung Jae Sung/Lee Yong Dae ini.  Semantara Cina, kembali mendominasi di empat partai: ganda Putra-Putri-Campuran dan Tunggal Putri.  Bahkan, satu diantaranya diperoleh dari all-China-final di partai tunggal putri.  Beruntung, upaya sapu bersih yang sebenarnya mungkin terjadi berhasil digagalkan oleh kegemilangan tunggal putra nomor satu dunia saat ini Lee Chong Wei yang berhasil menekuk sang musuh bebuyutan Lin Dan setelah sempat tertinggal di babak pertama.  Dengan demikian, Cina kembali memimpin dengan empat gelar di turnamen Super Series perdana di tahun 2012 ini.
Maybank Malaysia Open Super Series
Hanya berselang dua hari dari final Korea Open, turnamen super series kedua digelar di Malaysia.  Jarak yang hanya dua hari saja membuat beberapa pemain unggulan tidak ambil bagian ataupun mengundurkan diri.  Di ganda putra misalnya, dua unggulan teratas Cai Yun/Fu Haifeng (Cina) dan JJS/LYD (Korea) tidak tampak dalam drawing.  Pun, sang ratu ganda putri Wang Xiaoli/Yu Yang ataupun juniornya Zhao Yunlei/Qian Tin juga tidak tampak ambil bagian.  Sementara di tiga sektor lainnya: ganda campuran, tunggal putra-putri masih diikuti oleh seluruh pemaian unggulannya.  Diwarnai beberapa kejutan seperti tumbangnya tunggal nomor dua dunia Lin Dan di babak-babak awal, secara keseluruhan distribusi gelar di turnamen kali ini bisa dibilang cukup merata.  Cina yang dominan di turnamen sebelumnya, kali ini hanya kebagian dua gelar saja di ganda campuran dan tunggal putri yang diperoleh dari final sesama pemain Cina.  Zhang Nan/Zhao Yunlei yang unggulan pertama berhasil mengatasi kompatriotnya unggulan dua Xu Chen/Majin yang di semifinal sehari sebelumnya mengalahkan ganda Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.  Sementara, Wang Yihan juga mampu menngungguli Wang Xin sang unggulan dua di ganda putri.  Korea yang menempatkan dua  wakilnya kembali gagal meraih gelar setelah Ha Jung Eun/Kim Min Jung di ganda putri gagal mengatasi perlawanan ganda senior-junior Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rythr Juhl dan ganda mudanya tak mampu mengungguli ganda Taipe di ganda putra.  Tuan rumah kali ini masih beruntung kebagian satu gelar persembahan tunggal andalannya Lee Chong Wei yang mengalahkan tunggal Jepang Kenichi Tago dalam straight set.  Dengan demikian, Cina maish unggul dengan 6 gelar, disusul Malaysia dengan koleksi dua gelar oleh orang yang sama, serta Denmark dan Taipe yang masing-maisng mengoleksi 1 gelar.  Sementara Korea dan Indonesia belum kebagian satu gelar pun dari sepuluh yang telah diperebutkan.  Turnamen super series berikutnya baru akan digelar Maret mendatang, namun bulan depan para pebulutangkis dunia sudah akan dihadapkan dengan kejuaraan beregu Thomas-Uber Cup di bulan Februari nanti.  Bagaimana peluang Indonesia? Check this out!
Hey Indonesia! Where are You? Indonesia oh Indonesia
Bicara soal prestasi para pemian Indonesia di dua super series awal sama galaunya dengan membicarakan Gunners.  Pasalnya, seperti halnya GUNNERS, Indonesia juga sedang dilanda krisis gelar sejak beberapa tahun terakhir.  Jangan bahas kenapa ya, sudah bosen, bisa lihat di tulisan penulis sebelumnya terkait kondisi bulu tangkis tanah air.  Miris ya, di dua turnamen pembuka tahun 2012 ini, jangankan meraih gelar, masuk final saja pun tidak.  Malah, beberapa pemain justru kini dilanda cedera seperti pemain ganda Mohammad Ahsan.  PBSI harus segera melakukan recovery terutama bagi mereka yang tergabung di timas sebab bagaimanapun mereka nantinya akan sangat dibutuhkan di ajang Thomas-Uber Cup.  Meskipun tahun ini fokus para pemain dunia lebih ke Olimpiade London, namun gengsi kejuaraan beregu tertua dan paling bergengsi di dunia tersebut menajdikan pamornya tetap terjaga.  Keberhasilan di perhelatan dua tahuanan sekali ini nantinya bisa menjadi kredit tersendiri bagi perbulutangkisan nasional terutama di tengah kondisi badminton nasional yang tengah menurun ini.  Semoga saja, meskipun pada melempem di ajang Super Series, kebersamaan dan kekompakkan tim akan menjadi suatu suntukan motivasi tersendiri bagi para pemain Indonesia untuk mengarhakan yang terabik demi memperoleh prestasi yang maksimal di ajang Piala Thomas-Uber mendatang. Bagaimanapun, saat ini Indonesia butuh mengamankan tiket menuju putaran final Olimpiade London 2012 sehingga penting untuk bisa melaju semaksimal mungkin guna mengumpulkan poin yang sebanyak-banyaknya sebagai modal menembus 8 besar untuk ambil bagian di Olimpiade London 2012 nanti. 
 

Tidak ada komentar: