Senin, 09 Agustus 2010

Inception


Hwaaa..akhirnya kesampean juga nonton Inception! Setelah sekian lama menunggu dan sekian kali gagal, akhirnya tadi siang I watched it! Yeahh! Gak tau kenapa penasaran aja ama ntuh film secara jajaran pemaennya itu loh..beuhh ada Leonardo di Caprio, Ellen Page, Marion Cotillard, sampai Ken Watanabe! Truz penulis udah baca resensinya duluan sih jadi sedikitnya udah agak ngerti sama inti ceritanya, makanya makiiin penasaran aja pasca baca tuh resensi kayaknya seru gimana gituh. Dengan semangat 45 penulis ngebuletin tekad buat nonton deh, dan mulailah looking for parrner. Setelah berkali-kali gagal “mempengaruhi” orang buat nonton tuh film (kayaknya mantranya lagi gak kuku! hoho) akhirnya penulis terpaksa nonton seorang diri L. Tapi gak papa deh yang penting jadi juga nonton tuh movie! J


**Nih synopsis singkat about ntuh film!**

Alkisah Dominic Cobb (Di Caprio) seseorang dengan kemampuan masuk ke dalam mimpi orang lain untuk kemudian mencuri informasi penting dari sang target. Lebih jauh kemampuannya telah mengantarnya menjadi seorang “pencuri mimpi” professional. Suatu ketika ia mendapat tawaran untuk melakukan insepsi (penanaman ide) pada Robert Fischer (Cillian Murphy) oleh Saito (Ken Watanabe) yang merupakan rival bisnis Maurice Fischer, ayah Robert. Ia pun setuju dengan sayarat ia akan bisa pulang untuk berkumpul kembali dengan kedua buah hatinya Philippa dan James yang sudah lama terpaksa ditinggalkannya jika ia berhasil melaksanakan misi tersebut. Setelah menemukan kata sepakat ia pun mulai merancang strategi demi kesuksesan tugasnya dengan dibantu Arthur yang tak lain rekan kerjanya. Strateginya dimulai dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari Ariadne (Ellen Page), mahasiswi cerdas yang bertugas sebagai arsitek guna merancang labirin dalam mimpi; Eames (Tom Hardy), seseorang yang bisa merubah wujudnya dalam mimpi; dan Yusuf (Dileep Rao), seorang ahli kimia. Dengan ditambah Saito yang bersikeras ingin ikut masuk ke alam mimpi Robert, mereka berenam pun masuk ke alam mimpi yang sudah dirancang sebelumnya sebanyak tiga lapis sekaligus! Semua itu hanya demi stu tujuan: menanamkan ide pada Robert agar tidak menuruti petuah ayahnya untuk mengembangkan bisnisnya yang berpotensi menyaingi bisnis perusahaan Saito. Dalam perjalanannya mereka rupanya terganjal sejumlah masalah diantaranya kenyataan bahwa Robert sudah pernah dilatih untuk pertahanan di alam mimpi sehingga ia secara otomatis sudah memiliki “pelindung” di alam mimpi yang cukup menyulitkan dan bahkan hampir saja menghancurkan rencana Cobb dkk. Belum lagi sosok Mal (Marion Cotillard), nyonya Cobb yang telah wafat bunuh diri akibat terkungkung ide yang ditanamkan oleh suaminya sendiri ketika mereka sama-sama berada dalam dunia yang mereka bangun di alam mimpi sana bahwa dunia yang mereka miliki tak nyata dan jalan keluarnya adalah kematian!, yang senantiasa membayang-bayangi Cobb saking merasa bersalahnya. Tak ada pilihan lain bagi mereka kecuali melanjutkan misi hingga selesai atau terjebak dalam Limbo, dunia mimpi tak berujung yang sangat lama dan menyakitkan. Maka sejak saat itu, bahu membahu mereka berusaha untuk bisa menuntaskan misi mereka dan segera kembali ke dunia nyata, terutama Cobb yang sudah sangat rindu untuk kembali melihat wajah kedua anaknya yang tak sempat dilihatnya ketika ia memutuskan untuk ”mengasingkan diri” dari kediamannya pasca kematian istrinya, Mal. Bisakah Cobb kembali bertemu kedua anaknya? Apakah warisan rahasia nan penting tuan Fischer pada anaknya, Robert? Semuanya akan terjawab di akhir film. Namun pertanyaannya kemudian, apakah semua (yang dialami) Cobb itu nyata atu justru masih berada di alam mimpinya?

**Review Pribadi**

Okeh, secara pribadi I Like this movoe but not very much, I just like it! O,ya, to be honest kalo gak baca dulu resensinya di tabloid langganan, penulis gak yakin bakal langsung ngerti gituh ajah sama alur cerita nih film secara cukup complicated. Dan satu hal lagi:, penulis masih bingung euy sama endingnya whether he is really in the real life or even it’s still part of his dream world? The ending is such lead us to guess..hem ngajak main tebak-tebakan! Ahh..kind of ending that I don’t really like mostly! However, overall, yah seru sih meskipun actually I don’t really like that kind of genre moreover that kind of ending..hehe. Dan satu hal lagi yang menarik: pesona Leonardo di Caprio! Eehh..perasaan ada satu fakta unik yang menggelitik penulis that is dari beberapa dari sekian banyak film yang masang do’I jadi bintang utamanya hampir pasti do’I gak pernah punya kisah yang happily ever after in the end of the story. For instance, di Titanic do’I pisah sama si Rose; di Romeo-Juliet kan kalo menurut kisah orosinilnya mah both of them was dead; truz di Revolutionary Road do’I ditinggal mati istrinya yang kehabisan darah pasca ngegugurin janinnya; dan terahir yah di Inception ini do’I kudu merelakan istrinya yang mati bunuh diri saking terobsesi dengan ide gila buat hidup di alam mimpi biar bisa bahagia selamanya, padahal do’I maih really loves her and it’s hard for them to leave her even in his dream world! *tragis nian* Semoga di kehidupan nyata kisah cintanya bisa berahir dengan happily ever after! :D

*****

Next movie to see *wajib!*: Merah Putih Part 2 n Sang Pencerah ! *nantikan resensinya sodara-sodara* ^%^

Tidak ada komentar: