Selasa, 17 September 2013

(Hanya) Penggemar Biasa

Warning: penulis artikel ini Cuma penggemar bola biasa, sama sekali bukan pengamat apalagi komentator bola PROFESIONAL, mohon dicatat!  Bila berkenan silakan dilanjutkan, bila tak berkenan mohon berhenti di sini saja karena jika Anda nekat menghabiskan artikel ini maka dianggap menyetujui sayarat dan ketentuan berlakunya, yakni: NO PROTEST just ENJOY READING. Are you ready?
^^
Here we go ...
Seperti yang telah saya kemukanan di atas bahwa saya ini sama sekali bukan termasuk jajaran pengamat sepak bola ahli.  Bukan juga fans fanatik yang serba tahu serba tahu dan suka serasa paling memiliki suatu klub bola.  Saya hanya penikmat sepakbola yang menggemari suatu klub sepakbola dengan wajar.  Saya senang menonton pertandingan bola, saya menikmati waktu 2x45 menit (berikut additional time-nya) menonton pergerakan 22 pemain ke sana ke mari demi memperebutkan sebuah bola. 

Sebagai penggemar dari salah satu klub, saya mungkin tidak tahu detil sejarah klub (keterlaluan enggak sih?).  Siapa  saja pemain legendarisnya, momen bersejarah apa saja yang  merupakan masterpiece, bahkan beberapa nama yang ada di skuad (terutama cadangan) saya masih asing.  Ya, makanya saya lebih suka menyebut diri saya ini sebagai penggemar biasa saja tok tanpa embel-embel apa pun (daripada digugat oleh yang melabeli diri sebagai penggemar fanatik..ampun bang). 

Saya juga masih belum faham dengan beberapa istilah dalam sepak bola berikut posisi, fungsi, dan peranan masing-masing pemain.  Strategi macam 4-3-3, 3-2-4-1, 3-5-2 dan variasinya pun masih belum begitu fasih saya fahami.  Saya juga masih belum bisa menganalisa secara detil pergerakan satu pemain.  Saya bisa sangat was-was saat daerah pertahanan sudah berhasil disusupi lawan, dan geregetan saat tim kesulitan menaklukan kiper padahal sudah leluasa menusuk jangkar pertahanan lawan.  Saya bisa sih menentukan pemain favorit yang menurut saya bermain impresif, tapi ya itu analisis nya masih sangat subjektif.

Saya bisa larut dalam euforia (baca: teriak sambil terkadang lompat-lompat) ketika tercipta goal ke gawang lawan, dan sebaliknya merenggut kecewa sambil meremas kepala bila tim kebobolan.  Saya bersuka cita saat tim memenangi pertandingan demi merengkuh 3 angka atau melaju ke fase yang selanjutnya.  Akan tetapi, saat tim mengalami kekalahan gurat kecewa pun akan menguasai raut wajah saya diiringi rasa sedih dan sesal.  Apalagi jika kekalahannya cukup menyakitkan. 

Penggemar abal-abal? Saya rasa sih sama sekali tidak.  Penggemar biasa (dan tidak resmi), istilah yang lebih saya senangi  untuk melabeli jenis penggemar macam saya.  Tentu, saya bukan seorang (penggemar) fanatik apalagi hingga maniak. Saya ini juga tidak teregistrasi sebagai member resmi di official membership-nya tim kesayangan saya. Tapi itu tadi, saya selalu menikmati penampilan tim kesayangan saya.  Saya juga berusaha untuk tidak melewatkan satu pertandingan pun, apalagi di fase penting (big match, knock out).  Selain itu saya pun senantiasa mengikuti perkembangan tim melalui berbagai media baik cetak maupun online

Intinya, sekali lagi saya hanya ingin menegaskan kalau saya ini tipe penggemar biasa yang selalu mendukung tim kesayangan saya apa pun yang terjadi. Selalu juga berusaha percaya bahwa hasil yang kurang memuasakan kini bisa berbuah manis nanti. Seperti berusaha menerima 'puasa' gelar selama sewindu hingga musim lalu, untuk buka puasa  dengan lebih dari satu ‘menu’ musim ini.  Ya, dari apa yang saya ikuti dengan cukup intens beberapa bulan belakangan, saya (mungkin juga seperti banyak atau malah kebanyakan penggemarnya yang lain) memiliki keyakinan bahwa ‘kontrak’ sewindu tidak akan diperpanjang hingga sedasawarsa.  Tanpa bermaksud mendahului Sang Maha Berkehendak atau sok-sok menjadi cenayang, berbekal agresivitas penampilan hari ini, aktivitas di bursa transfer, dan tentu saja-ini yang penting-keyakinan dan kepercayaan terhadap skuad hari ini serta taktik sang pelatih, saya (yang penggemar biasa ini) berkeyakinan bahwa kami akan dibuat tersenyum bahagia dan bersuka cita penuh kebanggaan di akhir musim ini nanti. Bukankah bersantap saat buka puasa itu selalu memberikan kenikmatan tersendiri kan dibanding bersantap saat tidak berpuasa? :)
^^

Prolog: gimana-gimana? Tuh kan udah dibilangin kalau gak berkenan mending berhenti dari awal tadi.  Bukan salah penulis lho kalau para pembaca yang terhormat menyesal telah sampai hingga ke titik ini.  Toh, di awal juga kan sudah penulis jelaskan siapa penulis, harusnya sudah bisa mengukur-lah ini postingan isinya bakal kayak gimana.  Eit..tapi sebagaimana syarat dan ketentuan yang berlaku, Anda-Anda dilarang protes lho karena menuntaskan postingan ini adalah keputusan yang telah Anda sekalian pilih tanpa paksaan dari pihak manapun, apalagi penulis.  Jadi sepakat, tidak sepakat, penulis anggap SETUJU. INGAT: NO PROTEST! 

Tidak ada komentar: