Selasa, 01 Februari 2011

Sweet February

Well..orang-orang bilang bulan Februari itu bulan yang romantis! Salah satu buktinya ialah tanggal 14 Februari yang dipercaya oleh sebagian besar masyrakat sebagai hari kasih sayang atau yang lebih dikenal sebagai Valentine Day. Di hari itu banyak orang yang memepercayainya kemudian bertukar hadiah dengan orang-orang terkasih seperti teman, sahabat, pasangan hingga orang tua. Hadiahnya biasanya tidak jauh-jauh dari cokelat, bunga, dan boneka yang dikemas sedemikian rupa hingga Nampak begitu manias dengan aksen pink dan merah yang kentara sebagai perlambangan rasa kasih sayang. Eehh..tapi kali ini kita bukan mau membahas masalah valentine day karena akan ada pemabahasan khusus tentang itu nanti pada waktunya (sekitar tangga 14-red). Kali ini penulis akan membahas pengalaman penulis di awal bulan Februari yang konon katanya merupakan bulan kasih sayang nan romantis itu loh.

Penulis juga kuang begitu faham sebetulnya mengapa kemudian bulan Februari diidentikan sebagai bulan romantic, bisa jadi salah satu indikatornya yaitu kehadian hari Valentin tadi. Berikut penulis akan menceritakan pengalaman penulis selama berada di luar rumah hari ini, dari mulai secara umum sampai beberapa hal yang mendetail. Terus, apa hubungannya dengan romantisme dan kasih sayang?? penasaran?? Let's see.. enjoy J

The Beginning of February, 1st, 2011

Hari ini, 1 Februari 2011, seharusya menjadi hari awal perkuliahan penulis setelah rehat selaa sepekan kurang lebih. Hari ini, seharusnya, penuis sudah kembali menjaani rutinitas sebagai mahasiswa: duduk manis di kelas mendengarkan kuliah dosen, menerima wejangannya, mengerjakan tugas-tugas yang diberikannya. Namun apa yang terjadi? Memang penulis berangkat ke kampus untuk bersiap mengikuti mata kuliah pembuka di awal semester genap ini sesuai jadwal yakni pada pukul 08.50. Tiba sedikit telat, penulis berlari-lari kecil menyusuri jalanan menuju kantor Jurusan, maklum penulis ada janji dulu dengan seorang teman. Setibanya disana, penulis mendapati banyak mahasiswa berbagai angkatan berkerun disana, dari mulai yang antri melihat-lihat nilai, duduk nongkrong menanti waktu masuk kelas, menanti dosen, dan beragai alas an lain yang penulis pun tak begitu ingin tahu apa, maklumsaja saat itu merupaan saat pergantian jam kuliah. Penlis bergegas masuk dan mengedarkan pandangan dengan cermat kehampir semua sudut, tapi orang yang penulis cari tak terlihat batang hidungnya. “ooww..!” batin penulis, saat itu penulis tak punya pulsa untuk sekedar menanyakan keberadaan sang teman.

Sebelum penulis bergegas menuju kelas, mata penulis menangkap tiga orang teman sekelas yang masih duduk santai di salah satu sudut di sekitar kantor jusrusan tersebut. Penulis pun mendekati mereka seraya bertanya “Loh, kok pada belummasuk?” Tanya penulis setengah penasaran. Salah seorang diantaranya menjawab “si ibunya juga cuti 2 minggu!”. “hah? Cuti dua minggu? Berarti selama dua minggu ini kita gakda keas donk?” Tanya penulis heran seraya memastikan. “iya, kasian deh loe..” jawabnya lagi setengah bercanda. Oke untuk beberapa saat terbercik perasaan yang tidak bisa dikatakan senang namun bukn kecewa juga, namun sejurus kemudian penulis berfikir bahwa hilang dua minggu berarti kemungkinan besar aka nada make up dan 4 SKS yang dibagi menjadi 2 kali perteman tiappekannya. Artinya dua minggu absen berarti 4x make up, Masya Allah! Tidak ada kelas dan tidak ada pulsa! How perfect morning! “not a good start in the beginning of February” batin penulis.

Penulis terdiam sejenak di sisi ketiga rekan penulis sambil memikirkan apa yang akan penulis lakukan. PULSA! Ya pulsa ialah komoditas utama yang harus penulis penui, pasalnya itulah media satu-satunya agar penulis bisa berkomunikasi dengan teman penulis yang lain dan kemudian menentukan langkah selanjutnya. Saat hendak berangkat ke KOPMA membeli pulsa penulis berpapasan dengan anak kelas sebelah yang berjualan pulsa elektrik, penulis pun mengurungkan niat untuk berangkat ke KOPMA dan membeli darinya. Sialnya, jaringan operator kart ang penulis pakai sedang bermasalah sehingga setelah menunggu belasan bahkan mencapai 20 menitan sang pulsa yang amat dinanti pn tak kunjung datang. Beruntung penulis sempat berkomunikasi dengan seorang teman menggnakan pulsa teman lain yang penulis bajak (baca: pintai pulsanya dengan suka rela). Akhirnya penulis pun menemui teman penulis itu di masjid kampus yang sejuk nan dingin. Penulis pun sempat meminta teman penulis itu untuk mengisikan pulsa ke nomor penulis mengingat ia pun berjualan pulsa. Namun kembali, masalah jaringan membuat pengiriman gagal. Terpaksa penulis harus gigit jari menelan kenyataan pahit itu (*LEBAY*).

Memasuki pukul 11.30, sang teman rupanya ada kelas lagi, sementara penulis masih harus menunggu samapi pukul 13.00 untuk kelas berikutnya. Awalnyapenulis berniat menunggu di mesjid saja, namun dingin yang begitu menusuk membuat penulis memilih untuk menunggu di lobi fakultas saja sambil menunggu teman penulis selesai berkuliah (Rajin bener yah!? Heu). Sebenarnya penulis ingin menunggu sampai pukul 13.00 itu di kstan teman penulis yang lain, akan tetapi hari itu dua teman penulis yang biasa menerima tamu tak diundang seperti penulis ini masih ada di rumahnya masing-masing setelah memutuskan bolos di hari pertama perkuliahan semester genap ini. Beruntung penulis sudah membuat perhitungan akan kejadian yang kurang menguntungkan yang lumrah terjadi di hari awal perkuliahan seperti tidak adaya kelas dikarenkan sang dosen ada ini dan itu, pun para mahasiswa yang sudah mafhumdengan sindrom hari pertama sehingga memutuskan ikut absen sebagaimana absennya para dosen. Novel setebal 500’n halaman yang baru sekitar 60% penulis baca itu bisa cukup membantu penulis melewatkan waktu selama hamper dua jam. Ditambah lagi di sela-sela penulis khusyuk menkmati setiap kalimat yang digoreskan sang penulis tiba-tiba ada sms masuk yang memberitahukan bahwa pulsa sebesar 5 ribu rupiah telah masuk ke nomor penulis! “aahh…akhirnya…” pikir penulis bersyukur sekaligus bahagia (hemm..memang sedikit lebay, tapi dalam situasi seperi itu pulsa menjadi amat sangat berarti). Sejak saat itu penulis tidak begitu kesepian (meni watir nyak!), bahkn penulis konsentrasi penulis sudah terbagi antara membaca dan ber-sms ria.

Sekitar pukul 12.15, akhirnya sang teman kembali lagi ke lobi setelah perkuliahannya sai. Ia sempat bercerita riang mengenai sang dosen yang juga sempat mengajar kami beberapa semester ke belakang, seperti mengenang masa lalu katanya! O,y, beberapa saat sebelum kedatangan teman penulis itu, penulis lebih dahulu kedatangan sebuha sms yang membuat penulis dilema antara harus senang atau sedih. Smsnya berupa jarkom yang mengabarkan bahwa mata kuliah di siang itu dibatalkan akibat sang dosen berhalangan dikarenakan salah satu anaknya sakit. Ada kelegaan dan juga kemirisan dalam benak penulis. Di satu sisi lega karena tidak harus berada di kelas dua jaman lebih untuk menerima kuliah 3 sks. Namun di sisi lain miris karena kehadiran di kampus tidak lebih dari sekedar buang-buang ongkos dan waktu tanpa mendapatkan sesuatu yang baru yang seharusnya sudah kami (baca: para mahasiswa) dapatkan di awal perkuliahan. Yah, minimal rules dan silabus untuk satu semester ke depan. Akhirnya penulis pun memutuskan untuk pergi ke BEC mengantar teman penulis yang ingin membel cashing hp yang baru karena Cashing nya saat ini bermasalah dengan beberapa tmbol yang tidak berfungsi. Namun sebelum bergegas ke BEC ami terlebih dahulu melaksanakan shalat dzuhur di masjid kampus lalu mampir dulu ke warung bakso untuk menyantap ice cream goreng dan batagor sebagai pengganti makan siang (diet mode on)

Ice Cream Goreng Strawberry: So Sweet

“Ice Cream Goreng: panas di luar, dingin di dalam”, begitulah tag line dari menu yangmasih terhitug baru di warung bakso tersebut. Karena masih baru, hargaya pun masih harga promosi. Penulis tertarik setelah melihat-lihat foto ice cream goreng tsb di hand phone teman penulis tadi. Dari fotonya, menu baru tersebut terlihat cukup menggiurkan. Penulis yang iseng bertanya kahirnya diajaknya mencba menu itu, dan akhirnya penulis yang emang penasaran pun mengiyakan ajakan tersebut.

Sebenanrya Ice cream goreng bukan menu baru, banyak tempat makan lain yang telah menyediakan menu serupa, bahkan penulis sendiri pun telah mengenal menu ini sejak beberapa tahu ke belakang. Namun, hingga sebelum penulis merasakan secara langsung untuk pertama kalinya (kamana wae ateuhh??? Haha) di warung bakso tadi, selama ini penulis hanya bertanya keheranan sekaligus membayangkan dengan geli bagimana cara, bentuk, dan rasanya menu ice cream goreng tersebut.

Penulis mencoba meyakinkan bagaimana rasanya ice cream goreng itu, mengingat penulis bukan orang yng begitu senang coba-coba dengan menu makanan baru. Pengalaman penulis mencoba beberapa kali mencoba menu baru selalu berujung penyesalan (ya kan mana mungkin penyesalan muncul di awal, iya tak?? Heuu), makanya penulis cukup selktif dalam memilih menu apalagi yang harganya lumayan menguras kantong mahasiswa tulen (baca: belum punya profesi sampingan lain selain mahasiswa!). Dan teman penulis pun meyakinkanbahwa menu itu cukup worthed lah intinya. Sambil menunggu datangnya menu yang dinantikan, kami lebih dahulu menyantap batagor sebagai hidangan pembuka.

Akhirnya menu utama sekaligus dessert yang sudah dinanti sedari tadi pun tiba! Hemm..tampilan luarnya 90% mirip dengan gambar yang terapajang di hamper setiap sudut warung bakso tsb. Roti goreng burlapis krispi/kremes berebentuk menyerupai bulatan. Di atasnya dibubuhi selai strawberry yang digoreskan zigzaz di sepanjang permukaannya. Dan ditengah-tengahnya diberi satu biji buah strawberry yang dipotong menjadi dua bagian yang mempercantik tampilan luarnya. Sementara bagian dalamnya dipenuhi ice cream strawberry yang sudah mulai mencair. Potongan pertama penulis masukan ke dalam mulut, manis, itulah yang penulis pikirkan. Namun jujur saja penulis kurang mendapat sensasi panas di luar; dingin di dalam-nya itu tadi. Memang di beberapa bagian dingin dari ice creamnya masih teras, akan tetapi di banyak bagian lainnya ice creamnya malah berasa hangat, bukan dingin. Jadi, penulis kurang merasakan sensasi ice nya, justru ice cream goreng tersebut malah berkesan roti goreng yang berisi krim strawberry di dalammnya. Untung saja ada sang strawberry yang tidak hanya mempermanis tampilan, tetapi juga memberikan warna tersendiri bagi rasa ice cream goreng itu.

Over all, cukup nice lah, manisnya ice cream strawberry dipadu dengan asam manisnya rasa strawberry segar cukup membuat lidah ini bergoyang. Hanya saja untuk selai di bagian atasnya terlalu banyak jadi bikin enek karena ice screamnya sudah manis, namun semuanya kembali pada selera masing-masing. Oh, ya, satu lagi andai saja dinginnya ice cream di dalam roti goreng bisa terjaga pasti rasnya akan lebih maknyuss! Penulis jadi terpikir ingin memesan menu serupa di tempat lain dan ingin membandingkan rasanya untuk menambah referensi kuliner sekaligus meyakinkan konsep pans di luar dan dingin di dalam itu ya memang begitulah seharusnya (baca: penasaran!). Dan, sebelum kami meninggalkan warung bakso tersebut, penulis menyempatkan memesan jus cappuccino karena kurang puas dengan sensasi dinginnya! (modus: padahal mah maruk!) hehehe.

Si Ikan Merah: the new hp's accessories

Sesuai rencana, setelah memanjakan perut di warung bakso tadi, kami segera meluncur ke BEC untuk mencari cashing sang teman. Tanpa menunggu lama kami segera menaiki angkot yang melintas di depan kami, dan beruntung sang sopir rupanya sedang tidak bernafsu untuk mendzolimi penumpangnya (baca: ngetem) meskipun angkotnya tidak bisa dibilang penuh. Sayangnya, seperti biasa angkot yang kami tumpangi terjebak macet sedikit di beberapa titik yang memang biasa menjadi sumber kemacetan. Singkat waktu, kami pun tiba di BEC dan segera mencari lokasi bursa cashing. Tanpa membuang banyak waktu kami pun tiba di toko pertama. Di sana, ketika barang yang dicari sudah ditemukan, teman penulis minta mencoba terlebih dahulu barangnya, namun ditolak. Ia pun tidak menyerah, dijelaskannya masalah utama pada hpnya yaitu tidak berfungsinya beberapa keypad. Mendengar penjelasan teman penulis, si mbak-mbak menyarankan untuk memeriksakan hp sang teman terlebih dahulu, khawatir kerusakan bukan pada keypad melainkan spare part di dalamnya. Maka, kami pun berkunjung ke gerai resmi milik jenis hp yang dimiliki teman penulis.

Setibanya digerai, kami disambut oleh petugasnya yang juga mbak-mbak. Si Mbak kemudian menjelaskan ini dan itu yang intinya, untuk melakukan general chek up pada hp sang teman, hp nya mesti dirawat inap setidaknya tiga hari dengan resiko kehilangan seluruh memorinya juga dikenai biaya sebesar 66 ribu. Setelah berfikir beberapa saat, berdiskusi dengan sanak familinya, dan (akhirnya) berhasil memindahkan seluruh nomor kontak di mememory telepon ke SIM card, dan mendapat jaminan untuk mendapat pinjaman hp sementara dari kakanya, akhirnya ia pun ikhlas melepas hp-nya untuk dirawatinapkan. Naah, sebelum pulang kami menyempatkan diri masuk ke gerai aksesoris hp. Penulis kebetulan sedang ingin mencari gantungan hp baru, untuk menggatikan gantungan hp terakhir yang awalnya berbentuk kura-kura lucu namun kini telah berganti menjadi kura-kura tanpa kepala (kasian ya!).

Awalnya penulis pesimistis, pasalnya di eberapa toko sebelumnya penulis tidak menemukan yang cocok. maklum saja dalam beberapa hal penulis cenderung pemilih, dan penulis adalah tipe yang mudah suka ketika cocok, dan tidak mudah suka ketika memang tidak cocok. Setelah melihat-lihat di bagian depan, awalnya penulis sempat kepikiran untuk membeli gantungan tim sepak bola kesayangan penulis, namun berhubung tampilannya kurang eye catching, gak jadi deh. Ketika penulis hendak meninggalkan gerai tersebut sejenak penulis sempatkan melongok bagian dalam dan menemukan masih ada gantungan yang lainnya di dekat kasir! Penulis pun kontan mendekati sumber gantungan yang lain itu. Tanpa dinyana, di sana penulis menemukan beberapa yang cocok. Ada yang berebentuk kodok, monyet, huruf, namun akhirnya penulis memilih yang berbentuk ikan sebagaimana dalam gambar di bawah. Ada sedikit faktor terburu0buru ketika penulis akhirnya memutusakan membeli si ikan merah karena penulis pun tidak begitu paham letak istimewanya dimana. hanya saja warna merahnya yang menyala membuat penulis jatuh hati. Yah, merah kan lambang tim kesayangan penulis gitu loh. hehe.

Lalu sisi Romantis dan Kasih Sayangnya??

Pembaca yang budiman (hoallah..kayak iya ada yang baca aja ya?!? hee), begini loh coba lah Anda cermati, dalam rangkaian pengalaman di atas penulis menitikberatkan pada dua warna; PINK dan MERAH. Pink di Ice cream goreng, Merah di gantungan baru. Well, awalnya sama sekali tidak ada unsure kesengajaan untuk menyandingkan dua warna itu. Namun, pada akhirnya ketika penulis mengawali cerita ini terbesit bahwa okay, it's a destiny to feel the ice cream goreng and buy the red gantungan. Kenapa? karena toh keduanya pada akhirnya member inspirasi pada penulis untuk menghasilkan postingan ini.

Pembaca yang budiman, mari kita perhatikan warna Pink dan Merah sejak zaman dahulu kala selalu melambangkan nuansa romantisme dan kasih sayang. Pink merupakan warna yang lembut, manis, dan penuh cinta. Pun merah, disamping berani ia pun sering kali melambangkan cinta. Lihat bagaimana cara orang-oarang mengekspresikan rasa kasih sayangnya, romantismenya, cintanya. Sekuntum mawar merah biasanya menjadi simbol rasa sayang atau cinta seseorang terhadap orang lain. Ketika meminta seseorang mewarnai gambar berbentuk hati, mereka cenderung akan memilih warna pink atau pun merah. Dan cinta serta kasih sayang sering kali memabwa keceriaan dan kebahagiaan pada semua orang yang merasakan dan mendapatkannya. Yah, intinya kedua warna tersebut seringkali diidentikan dengan itu tadi keromantisan dan rasa kasih sayang sehingga bulan februari bisa dianalogikan dengan warna merah dan pink yang berarti bisa disimpulkan bahwa bulan februari merupakan bulan penuh kasih sayang.

Harapan penulis ialah, meskipun awalnya penulis merasa awal Februari yang seharusnya dilalui dengan suatu ilmu pengetahuan (formal) baru malah justru hamper berakhir dengan nothing, namun kemudian berubah menjadi satu optimisme akan keceriaan yang ditimbulkan di bulan romantis ini. Yah, ice cream strawberry dan si ikan merah telah mengembalikkan keceriaan bulan februari bagi penulis. Penulis, sama seklai bukan termasuk mereka yang percaya dengan ramalan-ramalan, namun semangat ice cream strawberry dan ikan merah sudah cukup mempengaruhi penulis. yah, sebelum tulisn ini makin melantur maka akan segera penulis akhiri. Satu hal, bulan februari ini (terutama dari pertengahan hingga akhir) akan menjadi hari-hari yang hectic bagi penulis. Jika tidak pandai-pandai membagi waktu, akan banyak yang terkorbankan. Akan banyak pressure dari mana-mana yang jika tidak disikapi dengan bijak akan meudah membuat down. Untuk itu, penting bagi penulis membawa konsep Februari romantis, penuh kasih sayang, agar penulis tidak mudah down. Last word for today: Have a good February, all :)).

Minggu, 30 Januari 2011

Victor Korea Open Super Series Premiere 2011: the First Premiere Tounament

VKOSSP merupakan turnamen Super Series BWF kedua di tahun 2011 ini setelah Proton Malaysia Open Super Series sepekan sebelumnya. Berbeda dengan MOSS, KOSS kali ini terasa berbeda dengan berubahnya status dari sekedar turnamen Super Series menjadi Super Series Premiere. Lantas apa yang istimewa dengan penambahan kata Premiere? sebetulnya secara umum tidak ada perbedaan berarti dari segi penyelenggaraan, hanya saja hadiah yang ditawarkan meningkat hampir dua kali lipat atau mencapai total lebih dari 1 juta USD, dan hanya dimainkan di lima turnamen saja (KOSS, Yonex All Egland Super Series, Djarum Indonesia Open Super Series, Denmark Open Super Series, Li Ning China Open Super Series) sehingga secara psikologi gengsi dari kelima turnamen ini pun meningkat. Artinya semakin banyak pemain dunia yang ambil bagian dalam kelima turnamen tersebut.

KOSS membuka turnamen premiere di tahun 2011 ini. Turnamen ini diikuti oleh hampir seluruh pemain TOP dunia mulai dari Lin Dan (CHN), Lee Chong Wei (MAS), Peter Gade (DEN), Taufik Hidayat (INA) di tunggal putra (MS); Wang Yihan, Wang Shixian, Wang Xin (CHN), Tine Baun (Den), Eriko Hirose (JPN), Saina Nehwal (IND) di tunggal putri (WS); Markis Kido/Hendra Setiawan (INA), Chai Yun/Fu Haifeng (CHN), Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (KOR), Koo Kien Kiet/Tan Bon Heong (MAS), Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN) di Ganda Putra (MD); Wen Hsing Cheng /Yu Chin Chien [TPE], Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna [JPN], Wang Xiaoli/Yu Yang, Tian Qing/Zhao Yunlei (CHN) di Ganda Putri (WD); Zhang nan/Zhao Yunlei, Jiaming Tao/Tian Qing (CHN), Joachim Fischer Nielsen /Christinna Pedersen [DEN], Sung Hyun Ko / Jung Eun Ha [KOR], Sudket Prapakamol /Saralee Thoungthongkam [THA]. Keikutsertaan mereka tentu saja menambah gengsi turnamen yang satu ini.

Tidak jauh berbeda dengan MOSS yang dihelat sepekan sebelumnya, final KOSS kali ini kembali didominasi oleh para pemain China. Dari lima nomor yang dipertandingkan China dipastikan meraih gelar di tiga nomor: Tunggal Putri, Ganda Putri, dan Ganda Campuran setelah memastikan all China final di ketiga nomor tersebut. Bahkan China pun menambah pundi-pundi gelar super serienya setelah Lin Dan sang juara Olimpiade berhasil mengalahkan musuh bebuyutannya sekaligus tunggal nomor satu duni saat ini Lee Chong Wei (MAS) di final Tunggal Putra. Final lainnya mempertemukan satu-satunya wakil tuan rumah tersisa pasangan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae berhadapan dengan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen yang juga unggulan pertama dalam turnamen ini di Ganda Putra. Beruntung, tanpa kesulitanberarti pasangan tuan rumah berhasil menaklukan ganda Denmark tersebut dalam dua set 21-6, 21-13 untuk memastikan gelar di tunggal putra sekaligus mempersembahkan gelar satu-satunya bagi tuan rumah.

China berhasil menunjukkan dominasi dan konsistensinya di berbagai turnamen Badminton, khususnya Super Series, yang sekaligus mengukuhkan mereka sebagai sebagai tim bulutangkis yang paling tangguh di jagad raya ini. Bagaiman tidak, setelah menyapu bersih gelar di beberapa turnamen sepanjang tahun 2010 lau, di dua turnamen pambuka tahun ini saja China telah berhasil mengumpulkan 8 gelar yang masing-masing disumbangkan dari Tunggal Putri, Ganda Putri, Ganda Putra dan Ganda Campuran. Empat tambahan gelar yang diraih China menambah pundi-pundi gelarnya menjadi 8 gelar dalam dua turnamen super series. Bayangkan, dari 10 gelar, 8 di antaranya menjadi milik China! sementara 2 gelar lainnya menjadi milik MAS (LCW-MS) dan Korea (Jung/Lee-MD). HOW GREAT CHINA! *wow..sirik! >.<*

Sementara itu, Indonesia kembali gagal meraih gelar setelah harapan terakhir Indonesia, Simon Santoso, gagal menggungguli Lin Dan di semi final (SF) melaui pertarungan tiga set 23-21, 20-22, 21-15. Sehari sebelumnya Lin Dan pun menundukkan wakil Indonesia lainnya yang juga musuh bebuyutannya beberapa tahun ke belakang Taufik Hidayat juga dengan rubber set 21-13, 8-21, 21-15 di perempat final (QF). Masih di perempat final, wakil Indonesia lainnya Ahmad tantowi/Lilyana Natsir harus dipaksa menyerah 21-18, 19-21, 22-20 dari ganda China Zhang Nan/Zhao Yunlei. Adapun wakil Indonesi lainnya sudah berguguran sejak dari fase kualifikasi dan putaran-putaran awal seperti peraih emas Asian Games Guang Zhou, Markis Kido/Hendra Setiawan yang ditaklukan pasangan tuan rumah Kim Ki Jung/Kim Sa Rang dua set langsung 21-18, 21-18 di putaran ke-dua, juga pasangan nostalgia Nova Widianto/Vita Marissa serta pasangan muda semisal Bona Septano/M. Ahsan, Frans Kurniawan/Pia Zebadiah, Muhammad Rijal/Deby Sutanto, dll. Prestasi ini sedikit menurun dibandingkan dengan raihan di Proton MOSS pecan sebelumnya dimana Taufik Hidayat bisa melaju hingga ke final sekaligus menjadi perwakilan Indonesia satu-satunya meski akhirnya mesti mengakui ketangguhan Lee Chong Wei, musuhnya dilapangan sekaligus sahabatnya di luar lapangan.

Berikut Hasil Lengkap Victor Korea pen Super Series 2011

Partai #1 Women Double (WD)














Wang Xiaoli/Yu Yang (CHN)
vs Qing Tian/Zhao Yunlei (CHN) 21-21-18 19-21 21-4

Partai #2 Men Double (MD)
















Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (KOR) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN) 21-6 21-13

Partai #3 Women's Single (WS)

















Wang Yihan(CHN)
vs Wang Shixian (CHN) 21-14 21-18



Partai #4 Mix Double (XD)













Zhang Nan/Zhao Yunlei (CHN) vs
Jiaoming Tao/Qing Tian (CHN) 21-17 13-21 21-19


Partai #5 Men's Single (MS)














Lin Dan (CHN) vs Lee Chong Wei (MAS) 21-19 14-21 21-16

Minggu, 23 Januari 2011

Maungku Sayang, Maungku Malang

Pangeran biru nama kebesaranmu,
maung bandung julukanmu,
siliwangi kandangmu,
bobotoh pendukungmu,
pendukung?

IRONIS. Kata yang terpikir di benak penulis ketika menuliskan posting ini. Betapa tidak, klub kebanggaan kota kembang itu kini menghuni papan bawah klasmen LSI. Pertandingan terakhir yang sempat tertunda sekitar 30 menit akibat ulah tidak sportif penonton yang dikenal sebagai bobotoh dengan melakukan sejumlah aksi pelemparan dan pembakaran di pinggir lapang. Kekisruhan yang terjadi diawali dari insiden terkaparnya Wildansyah akibat sikutan keras yang dilakukan oleh M. Ridhuan, pemain Arema, di menit ke 60'n. Sayangnya insiden yang konon persisi terjadi di depan hakim garis tersebut tidak langsung diindahkan, bahkan pertandingan sempat dilanjutkan. baru beberapa menit berselang ketika Wildansyah masih terbaring dan mengerang wasit menghentikan permainan dan setelah berdiskusi sejenak dengan hakim garis akhirnya mengeluarkan kartu merah untuk M. Ridhuan. meski sempat diwarnai protes para pemain Arema, toh akhirnya mereka bisa legowo menerima keputusan wasit yang menganggap sikutan keras M. Ridhuan yang membahayakan tersebut layak diganjar kartu merah. Namun, penonton yang sudah terlanjur kecewa dengan ketidaksigapan wasit dalam mengambil keputusan memancing emosi dari para penonton. Beberapa oknum bobotoh melakukan sejumlah aksi pelemparan hingga pembakaran di dan dari tribun penonton. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang melakukan aksi turun ke lapang hingga membuat personil polisi yang berjumlah sekitar 10000 personil ini cukup kelabakan. Akibatnya pemain yang sudah siap meneruskan pertandingan harus bersabar menunggu situasi stadion kembali kondusif. Manager Persib, H. Umuh Muchtar, Panpel, dan Pengawas pertandingan serta ofisial tim Arema sempat melakukan perundingan apakah pertandingan layak diteruskan atau tidak. para pemain pun akhirnya memanfaatkan waku untuk melakukan pemanasan kecil-kecilan demi menaga kondisi tubuhnya, beristirahat, bahkan berbincang santai dan akrab satu sama lain. Sama sekali tidak menampakkan sisa-sisa pertikaian diantara mereka meski awalnya beberapa pemaindsempat bersitegang.

Yang amat disayangkan justru kETIDAKDEWASAAN para supporter sang maung yang dikenal dengan bobotoh yang mengaku sebagai pendukung setia tim kebanggan warga Kota bandung khususnya, dan warga Jawa Barat umumnya. Akan tetapi, mari kita telaah bersama apa yang bagaimana sih yang dikategorikan pendukung setia? Yang selalu hadir dimana pun maung Bandung bertanding? yang selalu mendukung sang Maung tak peduli kalah atau menang? Yang kedua bisa dijadikan rujukan makna setia itu sendiri. Sebagai pendukung setia sangat wajar jika kita kecewa ketika melihat tim kesayangan kita ditaklukan oleh tim lain, apalagi jika sedang bermain di kandang sendiri. Namun bukan berarti kekecewaan kita dilampiaskan pada hal-hal negatif seperti melakukan sejumlah aksi tidak terpuji yang tidak hanya anrkis, tetapi juga membahayakan keselamatan baik pemain, perangkat pertandingan, ofisial, dan bahkan para bobotoh sendiri. Aksi tersebut memang berawal dari rasa kecintaan yang begitu mendalam terhadap Maung Bandung hingga membutakan meeka bahwa apa yang mereka lakukan tersebut sesungguhnya hanya akan merugikan tim yang keluar sebagai kampium di Liga Indonesia pertama ini. Betapa tiak berbagi tindakan rusuh yang sebenarnya dilakukan oleh oknum tertentu itu nantinya akan membawa premis negatif terhadap tim. Disamping itu denda dan hukuman pun menanti. Jika sudah begitu siapa yang dirugikan? Yah tentu saja tim dan bobotoh itu sendiri pasalnya tim harus membayar sejumlah denda yang jumlahnya tidak sedikit dan para bobotoh pun tidak bisa menyaksikan secara langsung di stadion ketika tim kesayangan mereka bertanding akibat hukuman pertandingan tanpa penonton yang biasanya dijatuhkan komdis PSSI kepada tim-tim yang mengalami kerusuhan saat pertandingan berlangsung.

Sebenarynya kekalahan Maung Bandung bukan disebabkan oleh skill pemain yang kurang baik, taktik pelatih yang kurang jitu, wasit (yang sering kali jadi tumbal kekalahan sebuah tim) yang tidak adil, melainkan oleh KETIDAKDEWASAAN oknum bobotoh yang sekaligus menjadi musuh terbesar bagi tim yang diarsiteki oleh Daniel Rukito ini. Bobotoh ialah penawar sekaligus racun bagi sang Maung, loyalitasnya yang tinggi sering kali memicu para pemain tim yang bermarkas di stadion Persib ini untuk melakukan yang terbaik demi membangakan para bobotoh, namun di sisi lain sering kali pressure yang begitu tinggi dari para bobotoh--terutama ika kalah--membuat para pemain pun pelatih frustasi. Jaya Hartono ialah korban "ketrengginasan" bobotoh. Ia lelah terus menerus dihujat oleh oknum bobotoh yang merasa tidak puas dengan prestasi pangeran biru. Setelah kepergian Jaya, Maung Bandung sempat dilatih oleh pelatih Jovo Cuckovic yang kemudian dipecat dan digantikan Daniel Rukieto.

Intinya, sah-sah saja kita mempunyai kecintaan yang besar pada suatu tim sampai-sampai rela melakukan apa pun dan mengekor kemanapun demi menyaksikan tim kesayagan bertanding secara LIVE di lapangan. Sah-sah saja kita menginginkan tim kesayangan kita senantiasa meraih kemenangan di setaip pertandingan yang dimainkannya dan merasa kecewa ketika pasukan biru gagal membawa pulang poin kemenangan dengan hanya bermain imang apalagi sampai takluk dari lawan-lawannya. Namun, sebagai pendukung yang baik seharusnya kita mampu mengontrol diri untuk tidak kemudian melampiaskan kekecewaan dengan melakukan tindakan-tindakan yang memicu kericuhan dan pada akhirnya justru merugikan tim itu sendiri baik secara moril maupun materil. Bagaimanpun, dalam sebuah pertandingan pasti ada yang menag dan ada yang kalah kan tidaj seru juga bila permainan terus menerus berakhir imbang. Naah disanalah sebenarnya rasa sayang terhadap tim kebanggaan kita benar-benar diuji. Jangan sapai kita menjadi bagian dari mereka yang "menang dipuja setinggi langit, kalah dicerca sedalam samudera", karena kalau masih seperti itu jangan mengaku sebagai pendukung setia. Seorang pendukung setia akan menerima dengan legowo dan sportif apa pun hasil yang diperoleh oleh tim kesayangannya. Kalah menang disikapi dan diterima dengan wajar. Bagaimanapun seorang pendukung yang baik harus bisa menjadi motivator bagi tim kesayangannya, bukan justru menjadi musuh dalam selimut untuk tim kesayangannya.

*****

Penulis menulis artikel ini sebagi ungkapan kekecewaa yang menalam terhadap sikap para oknum bobotoh yang tidak dewasa. Ayolah tunjukkan bahwa kita aalah pendukung yang santun, yang bisa menjadi contoh dan teladan bagi kelompok supporter lainnya. Tulisan ini dibuat tanpa ada maksud untuk memojokkan pihak manapun, sungguh iini hanyalah ungkapan hati penulis melihat kerusuhan yang sering kali ditimbulkan oleh para oknum tsb yang berakibat pada ditundanya pertandingan serta hukuman-hukuman lainnya bagi Maung Bandung. Tulisan ini aialah bentuk kepedulian dan kecintaan penulis pada Maung Bandung. Bagaimanapun penulis sebagai bagian dari warga kota Kembang ini menjadi bagian dari bobotoh, pendukung setia Maung bandung. Untuk itu penulis hanya ingin mengajak kepada semua pihak yang mengaku sebagi bobotoh setia, mari kita dukung persib dengan wajar, secara positif, jangan sampai dukungan dan rasa cinta kita yang begitu besar membutakan kita sampai-sampai dukungan dan kecintaan itu menjadi boomerang bagi sang Pangeran Biru. HIDUP PERSIB! :))


Sabtu, 22 Januari 2011

Sepenggal Kisah (masa) Lalu

Ingin Hilang Ingatan
by Rocket Rockers

Menghilanglah dari kehidupanku
enyanhlah dari hati yg tlah hancur
kehadiran sosokmu kan menyiksaku
biarkan disini ku menyendiri

Pergilah bersamanya disana
dengan dia yg ada segalanya
bersenang-senanglah sepuasanya
biarkan disini ku menyendiri

Terlintas keinginan tuk dapat
hilang ingatan agar semua terlupakan
dan ku berlari sekencang-kencangnya
tuk melupakan mu yg tlah berpaling

Disini,Kembali
kau hadirkan ingatan yg seharusnya kulupakan
Dan kuhancurkan adanya...
Disini,Kembali
kau hadirkan ingatan yg seharusnya kulupakan
Dan kuhancurkan adanya.....

Letih disini...
kuingin hilang ingatan
Letih Disini.....
kuingin hilang ingatan

***

penulis said..
penulis lagi mau bermellow ria, mengenang sejenak kisah masa lalu yang menyisakan suatu kelelahan makanya penulis lagi seneng sama lirik lagu ini, sebagian dari lirik lagu ini cukup mewakili apa yang pernah bahkan mungkin masih (kadarnya udah rendah sihh) penulis rasakan (ceilehh...punya rasa mamen! haha), terutama di lirik terakhir, yah lelah dan ingin hilang ingatan tentangnya, time to start a new story with the right one in the right time! :))

Senin, 17 Januari 2011

A Confession for Little Sister

I know you cry,

That night..

I know you bring a big burden in your shoulder

I know you think hardly in your brain

I know you feel everything in your heart,

I know you feel alone

No one can be rely on

Included me

So sorry sist

You only a girl

Teenage girl

Who has being a victim for being blamed

By many people

Included me

You sister

So sorry sist

Sorry for making you cry

Sorry for let you trapped

Into that circle

What so called a cruel zone

Give all the responsibility (only) to you

For burdening you

Wish all the best for you

Wish all the good things is always with you

Wish all the pain change into happiness

Wish the pressure becomes the strength

Wish all people who blamed you admire you

Wish all the things gonna be Okay,

Love you sist


--Your unbeneficial sister--

Air Mata Seorang Gadis

Suara itu

Ya, suara itu, pernah ku dengar

Persis!

Suara itu

Ya, suara itu, kembali kudengar

Ya, memang suara yang sama

Dan dari sumber yang sama

Gadis itu, ya, gadis itu

Dari sanalah suara itu berasal

Dari tarikan nafasnya

Yang berat oleh beronggok cairan

Yang mengisi celah-celah hidungnya

MenghAsilkan suara senggukan

Yang tertahan

Karena ditahannya suara nan parau itu

Berat

Oleh cairan itu

Yang muncul beriringan dengan butiran air yang turun dari kedua kelopak matanya

Mata gadis itu,

Ya, gadis itu, menangis

Menangisi hal yang sama

Namun di tempat dan waktu yang berbeda

Untuk kesekian kalinya

Ia menangis, sepi, sendiri

Sendiri, sendiri

Minggu, 02 Januari 2011

Januari 2011

hello, GOOD Morning world n Happy 2011 :))

actually I planned to make this post yesterday since I couldn't on line yesterday so I just post it today! Well, the things that I want to share are I have some post pone post due to the limitation of free time I have to complete my post and the chance for on line, so check it out later because I have to complete my final assignments first (my "favourite" activity ever! *gkgkgk).

and for information I have a plan for being more productive this year, new year, new spirit! yeahhh! So, I start from today, this minute, this second! enjoy.. :))