Sabtu, 09 Oktober 2010
Penghargaan Bergengsi Saudagar Maut
JIKA ilmuwan sejati merasa bersalah dengan temuan, maka hasilnya adalah manfaat bagi dunia sepanjang masa. Itulah yang terjadi pada Aflred Bernhard Nobel si penemu dinamit kelahiran Swedia 21 Oktober 1833, yang kemudian menghasilkan penghargaan paling bergengsi untuk berbagai tokoh di dunia, yaitu Nobel.
Pada 10 Desember 2010 mendatang, penganugerahan Nobel kembali akan berlangsung di Swedia dan Norwegia. Diambil dari nama belakang Alfred Bernhard Nobel, penghargaan ini memanglah lahir setelah munculnya sisi negatif dinamit, maha karyanya.
Ketika menciptakan bahan peledak itu, Alfred hanya berfikir untuk membantu pekerjaan konstruksi. Memang, semula dinamit itu digunakan sesuai harapan Alfred. Karyanya ini juga membuahkan limpahan kekayaan padanya. Alfred menjadi salah seorang industriawan terkenal, memiliki 90 pabrik dinamit.
Ternyata, dinamit juga menjadi salah satu alat pembunuh yang paling kejam. Mulai dari peperangan yang menebar kematian, hingga pada kegiatan terorisme yang menyebar ketakutan ke segala penjuru dunia. Itulah sebabnya, Alfred sempat dikecam sebagai "Saudagar Maut". Inilah yang paling disesalinya.
ALFRED wafat pada 10 Desember 1896. Setahun sebelumnya, Alfred sempat menebus rasa bersalahnya. Dia menghibahkan hartanya untuk perkembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi dunia lewat Institut Nobel.
Lalu didirikanlah lembaga untuk memberikan penghargaan tertinggi bagi perdamaian, sastra, kimia, kedokteran dan fisika. Lima tahun setelah wafat, tepatnya pada 1901, berdirilah Nobel Foundation. Pada 10 Desember di tahun itu, diberikan penghargaan pertama untuk enam tokoh.
Salah seorang peraih Nobel yang terkenal di masa itu adalah Jean Henri Dunant dari Swiss yang sangat berperan dalam dalam mendirikan Komite Palang Merah Internasional. Selain itu ada Frederic Passy dari Perancis, yang adalah pendiri utama Inter Uni Parlementer dan juga penyelenggara utama pertama Kongres Perdamaian Universal.
Pada 1968, ada penambahan kategori penghargaan yaitu ekonomi yang pada 1995 dinamai ilmu sosial. Di sini terbuka kesempatan untuk bidang ilmu politik, psikologi, dan sosiologi.
Kini Nobel menjadi penghargaan paling berkelas di dunia. Untuk memperoleh penghargaan nobel tak gampang, harus melalui penilaian dari 3000 orang terpercaya dari berbagai kalangan yang kredibilitasnya sangat terpercaya. Peraihnya tentu saja tokoh yang sanggup membawa perubahan pada dunia menuju kebaikan.
PADA 10 Desember mendatang, kembali penghargaan Nobel akan mewarnai dunia. Pemberian Nobel ini digelar di Stockholm Concert Hall, Swedia. Sedangkan untuk penghargaan perdamaian di Oslo City Hall, Norwegia.
Sejumlah tokoh penerima Nobel sudah diumumkan. Di antaranya ada Mario Vargas Llosa memenangkan Penghargaan Nobel 2010 dalam bidang Sastra. Warga Peru berusia 74 tahun ini adalah penulis Amerika Latin paling terkenal. Akademi Swedia menilai karyanya tentang kartografi memiliki struktur kekuatan dan gambaran tajam perlawanan individu, pemberontakan, dan kekalahan.
Dua di antara lebih 30 karyanya adalah The Green House dan The War of the End of the World. Sekretaris tetap Akademi Swedia, Peter Englund, menyebutnya sebagai pencerita berbakat "hadiah Tuhan". Buku-bukunya telah diterjemahkan ke 31 bahasa.
Pujangga di bidang bahasa Spanyol penerima Hadiah Cervantes pada 1995-- ini tak lain adalah kandidat dalam pemilihan presiden tahun 1990 di Peru. Dia kalah dari Alberto Fujimori. Saat ini, Vargas mengajar di Princeton University, New Jersey, AS.
Selain Vargas, ada Richard F. Heck, Ei-ichi Negishi dan Akira Suzuki. Trio ini memenangkan Penghargaan Nobel 2010 dalam bidang Kimia untuk karya mereka dalam sintesis organik. Royal Swedish Academy of Sciences menyebutkan penghargaan itu wujud penghormatan pada penelitian dalam mengembangkan kopling silang paladium-katalis di dalam sistem organik. Penelitian mereka ini digunakan pada obat-obatan, agrikultur dan elektronik.
Richard Heck, 79 tahun, adalah ilmuan dari Amerika. Dia seorang profesor emeritus Universitas Delaware. Adapun Ei-ichi Negishi, 75 tahun, dan Akira Suzuki, 80 tahun, adalah dua ilmuwan Jepang. Negishi adalah profesor kimia di Universitas Purdue, West Lafayette, Indiana. Sedangkan Akira Suzuki, adalah profesor di Universitas Hokkaidodi Sapporo, Jepang.
Untuk bidang fisika, Nobel diraih dua ilmuan Rusia yaitu Andre Geim, 51 tahun, dan Konstantin Novoselov, 36 tahun. Geim adalah warga negara Belanda, sedangkan Novoselov memegang dua kewarganegaraan, Inggris dan Rusia. Mereka lahir di Rusia dan memulai debut fisikanya juga di Rusia.
Mereka pertama bekerja sama di Belanda. Kemudian pindah ke Inggris. Di sinilah mereka mengisolasi grapheme pada 2004. Kemudian melahirkan selotip super untuk mengisolasi grapheme. Ini sebuah bentuk karbon hanya setebal satu atom, tetapi lebih kuat 100 kali lipat dari baja.
Percobaan ini mengarah pada perkembangan superstrong baru dan bahan ringan yang dapat digunakan untuk membuat satelit, pesawat terbang dan mobil. Diperkirakan, temuan mereka akan melahirkan perkembangan elektronik yang inovatif, termasuk layar sentuh transparan, komputer yang lebih efisien dan sel surya.
Kemudian, Nobel Kedokteran diterima Robert G. Edwards. Ahli fisiologi dari Inggris yag berusia 85 tahun ini dinilai berprestasi dalam temuan kesuburan in vitro. Dari penelitiannya bersama Patrick Steptoe inilah yang menyebabkan kelahiran bayi tabung pertama, Louise Joy Brown, pada Juli 1978.
Komite Nobel Kedokteran menyebutkan karya Edward membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang mengalami masalah kesuburan di seluruh dunia.
KONTROVERSI datang dari Nobel Perdamaian yang kali ini diraih Liu Xiaobo. Pemerintah Cina menyebut Liu sebagai seorang penulis pembangkang dan diganjar 11 tahun penjara pada Desember 2009. Penghargaan kepada profesor sastra Cina ini akan menarik perhatian dunia terhadap catatan Hak Azazi Manusia di Cina.
Nobel ini tentu saja menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Cina. Itulah sebabnya, Pemerintah Cina pernah menyebutkan pemberian hadiah kepada Liu akan merusak hubungan antara Norwegia dan Cina. Sebaliknya, mantan pemenang hadiah perdamaian Uskup Desmond Tutu, pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama dan Vaclav Havel malah menyerukan agar Liu mendapatkan penghargaan.
Pemilihan Liu sebagai pemenang juga menunjukkan penghargaan Nobel perdamaian ini telah kembali ke jalur sebenarnya. Sebab, tahun 2009, penerima anugerah ini adalah Presiden Amerika Barack Obama. Pilihan ini mendapat kecaman dunia.
Sebab, Obama belum mengantongi catatan yang kuat untuk dalam penegakan HAM. Dia tak bisa disetarakan dengan Nelson Mandela yang meraih Nobel Perdamaian pada 1993. Presiden Afrika Selatan ini yang cukup keras perjuangan dalam menegakkan HAM di negaranya.
Memang tak boleh ada cela untuk Nobel yang prestisius.
Nurlis Effendi
siambil dari http://id.news.yahoo.com/yn/20101008/twl-penghargaan-bergengsi-saudagar-maut-311bf9a.html
Bagaimana Menjadi Penulis Perjalanan
Dengan semua kemajuan teknologi yang kita miliki, termasuk mesin pencari internet, aplikasi Google View, dan siaran televisi tentang reportase perjalanan, sebenarnya masih sedikit yang kita ketahui tentang dunia. Setidaknya, itulah yang ada dalam pikiran penulis perjalanan William Dalrymple.
"Hanya karena kita semua memakai Nike dan Reebok yang sama, bukan berarti kita adalah manusia yang sama. Tulisan perjalanan menjadi penting ketika sekarang kita seolah berada dalam sebuah keseragaman, tetapi itu semua semu," kata Dalrymple.
Di sinilah berperjalanan dan menuliskannya menjadi sesuatu yang penting dilakukan. Penulisan tentang perjalanan atau travel writing, menurutnya masih belum cukup dihargai. Padahal karya klasik seperti epik Gilgamesh dan kisah pengasingan para Pandawa yang mengembara menjadi bukti betapa tuanya genre tulisan perjalanan sebenarnya.
Beberapa karya Dalrymple termasuk In Xanadu, City of Djinns (pemenang Thomas Cook Travel Book Award dan Sunday Times Young British of the Year Award), The Age of Kali (meraih French Prix D'Astrolabe), dan White Mughals (memenangkan Wolfson Prize for History 2003 dan penghargaan Scottish Book of the Year).
Di Ubud Writers & Readers Festival 2010, dia memberikan sesi pembacaan karya-karyanya dan beberapa tips tentang bagaimana menjadi penulis perjalanan. Inilah resep menjadi penulis perjalanan versi Darlymple:
Subjektivitas itu penting. Menulis tentang perjalanan adalah sesuatu yang subjektif. Objektivitas adalah sesuatu yang tidak mungkin dicapai. Karena, pada intinya, perjalanan adalah sebuah pengalaman personal seseorang ke sebuah dunia baru dan kembali dengan hasil reportase.
Subjektivitas itulah yang menjadikan tulisan perjalanan begitu beragam. Apa yang dilakukan Bill Bryson, berbeda dengan apa yang dilakukan Ryszard Kapuciski. "Tenggelamkan diri Anda dalam objek cerita, dan datanglah dengan laporan akan dunia yang Anda kunjungi itu." Ada penulis perjalanan yang memilih membenamkan diri dalam subjek revolusi, arsitektur, atau mencari burung-burung eksotis di Amerika Selatan. Kesamaan antara semua tulisan perjalanan yang baik adalah ada antusiasme dari penulisnya yang tampil di situ.
Jaga jarak. Dalrymple memilih untuk lebih memfokuskan pada detail di sekitarnya dan orang-orang yang ia temui daripada menulis tentang perasaannya sendiri. "Dengan begitu, penulis perjalanan tidak akan terjebak dalam kefrustrasiannya, atau prasangkanya, atau kegembiraannya terhadap dunia baru yang mereka temui. Jika tidak, penulis akan lebih menulis tentang diri mereka sendiri daripada tentang tempat di mana mereka berada."
Percakapan adalah inti. Dalam proses menulis, Dalrymple memilih untuk mewawancarai beragam subjek dan kemudian merekam suara mereka secara verbatim, bahkan ketika mereka membeberkan fakta yang jelas salah. "Karena itulah versi mereka akan suatu kejadian, sehingga kita memahami dasar pemikiran dan pilihan perilaku mereka," tambah Dalrymple. "Percakapan adalah jantungnya tulisan perjalanan."
Catat semua detailnya. "Percakapan, bau, bunyi, tak penting jika hasilnya adalah catatan yang terpisah-pisah dan melantur, pokoknya, catat semua detailnya."
Jangan lupakan riset. Detail lokasi dan wawancara penting saat berperjalanan, tetapi riset membantu memberikan latar belakang dan menambah kekayaan tulisan. Biasanya Dalrymple akan menghabiskan satu tahun melakukan penelitian dan menghabiskan enam bulan untuk menulis.
Matikan internet ketika menulis. "Sehingga Anda benar-benar bekerja dan tidak kemudian malah membuka Facebook," ujar Dalrymple.
Bangun pagi. Setidaknya itu cara yang dilakukan Dalrymple untuk kemudian mulai menulis. "Perlakukan proses ini selayaknya Anda sedang bersiap-siap untuk menghadapi ujian. Anda mempersiapkan diri dengan tekun lewat riset dan wawancara, kemudian Anda menulis dengan fokus dan tenang."
Duduklah dan mulai menulis. Mulailah dengan sesuatu yang sederhana. Jangan langsung berharap untuk mendapatkan prosa-prosa sempurna seperti yang dihasilkan Bruce Chatwin. "Itu akan datang nanti. Tapi yang terpenting, duduk, dan mulailah menulis."
Isyana Artharini (Ubud)
diambil dari http://id.news.yahoo.com/yn/20101008/tid-bagaimana-menjadi-penulis-perjalanan-a143c86.htmlm
Kamis, 23 September 2010
Enam Kabupaten Super Kaya di Indonesia
VIVAnews - Beroperasinya perusahaan skala besar di suatu wilayah berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah itu. Tak terkecuali bagi sejumlah wilayah kabupaten/kota di beberapa daerah di Indonesia.
Enam kabupaten/kota di Indonesia tercatat memiliki pendapatan per kapita tertinggi. Pendapatan per kapita itu merefleksikan produk domestik bruto (PDB) per kapita masing-masing kabupaten/kota tersebut.
Enam kabupaten/kota dengan pendapatan per kapita terbesar itu rata-rata mencatat PDB per kapita di atas Rp100 juta. Kabupaten itu sebagian merupakan wilayah yang memiliki tambang, seperti emas, tembaga, batu bara, minyak dan gas. Namun, sebagian lagi menjadi pusat jasa, juga industri rokok yang menjadi urat nadi perekonomian wilayah tersebut.
PDB adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara/daerah pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional/daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun VIVAnews dari Badan Pusat Statistik (BPS) edisi Agustus 2010, Kota Bontang di Kalimantan Timur pada 2009 membukukan PDB per kapita tertinggi.
1. Kota Bontang, Kaltim
PDB per kapita Kota Bontang tercatat sebesar Rp368,05 juta. Bontang yang terletak sekitar 120 kilometer dari Samarinda itu berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur di utara dan barat, Kabupaten Kutai Kartanegara di selatan, dan Selat Makassar di timur. Kaltim merupakan propinsi yang memberikan gaji atau upah tertinggi kedua secara nasional kepada karyawan atau buruh, yakni Rp2,15 juta per bulan.
Sejumlah perusahaan besar beroperasi di kota ini, di antaranya Badak NGL (gas alam), Pupuk Kalimantan Timur (pupuk dan amoniak), dan Indominco Mandiri (batu bara). Bontang juga memiliki kawasan industri petrokimia dan merupakan kota yang berorientasi di bidang industri, jasa serta perdagangan.
2. Kabupaten Mimika, Papua
Kabupaten Mimika di Papua selama 2009 membukukan PDB per kapita Rp295,05 juta. Di Kabupaten Mimika yang beribukota Timika itu beroperasi salah satu tambang emas terbesar dunia, PT Freeport Indonesia. Gaji atau upah rata-rata yang diterima pegawai atau buruh di Papua juga tertinggi di Indonesia, yakni Rp2,16 juta per bulan.
Berdasarkan data Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009, Kabupaten Mimika mencatat dana bagi hasil Rp424,33 miliar. Namun, perolehan dana bagi hasil itu masih lebih rendah dibanding Bontang yang mencapai Rp476,83 miliar.
3. Jakarta Pusat, DKI Jakarta
PDB per kapita tertinggi ketiga adalah Jakarta Pusat yang mencapai Rp224,41 juta. Sebagai daerah pusat ibukota pemerintahan, Jakarta Pusat diuntungkan dengan berkembangnya transaksi bisnis dan jasa. Upah atau gaji rata-rata yang diterima pegawai, pekerja atau buruh di Jakarta, tergolong tinggi, yakni Rp1,92 juta per bulan.
4. Kota Kediri, Jawa Timur
Sementara itu, Kota Kediri di Jawa Timur mencatatkan PDB per kapita Rp202,33 juta, atau menempati urutan keempat terbesar. Di kota kretek itu beroperasi pabrik rokok besar, PT Gudang Garam Tbk yang tahun lalu mencatatkan pendapatan Rp32,97 triliun.
5. Kabupaten Siak, Riau
Di urutan berikutnya, Kabupaten Siak di Riau membukukan PDB per kapita Rp156,35 juta. Tidak ada perusahaan yang menonjol di daerah tersebut, meski potensi unggulan daerah ini adalah sektor pertambangan minyak bumi.
Kabupaten Siak juga memiliki potensi strategis mengingat daerahnya berada di wilayah segi tiga pertumbuhan ekonomi "Sijori" Singapura-Johor-Riau dan IMG-GT (Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle).
Dengan jarak hanya 150 kilometer dari Singapura, Siak diuntungkan sebagai persinggahan alternatif bagi kapal pedagang di Selat Malaka dan bahkan berpotensi besar menjadi relokasi industri dan layanan perdagangan internasional.
Namun, untuk dana bagi hasil, Siak menempati peringkat keempat terbesar atau mencapai Rp993,2 miliar. Penerimaan dana bagi hasil Kabupaten Siak ini hanya kalah dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sebesar Rp2,56 triliun, Bengkalis (Riau) Rp1,51 triliun, dan Kutai Timur (Kaltim) Rp1,05 triliun.
6. Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat
Kabupaten lainnya yang mampu membukukan PDB di atas Rp100 juta adalah Kabupaten Sumbawa Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB). PDB per kapita kabupaten yang di daerahnya beroperasi perusahaan tambang besar, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) itu mencapai Rp128,26 juta. (hs)
tulisan oleh Arinto Tri Wibowo
diambil dari http://bisnis.vivanews.com/news/read/179026-kabupaten-di-indonesia-paling-makmur (kamis, 23 September 2010)
Senin, 06 September 2010
Bangsa Berbudaya dan Budaya ‘Ngaret’ (diambil dari Yahoo)
(ini artikel yang penulis temuin pas mampir ke laman Yahoo pas mau ngecek email! kena BGT deh buat penulis makanya penulis posting disini, tadinya mau pake yang berbagai tapi gakda yg buat blogger --Entah emang penulis yg kurang pengetahuannya a.k.a GAPTEK! heu-- jadi terpaksa dehh co-pas --maaf yah saia sama sekali tidak bermaksud melakukan kejahatan akademik loh, saia hanya ingin berbagi artikel yg menurut saia menarik dan bermanfaat-- untuk menghindari hal-halyang tidak diinginkn dan menjunjung tinggi kejujuran serta originalitas penulis tetep mencantumkan penulis aseli dan alamat web dimana artikel ini diposting..so, check it out)
Diposting Oleh Maylaffayza, Ming Agust 29, 2010 13:17 WIT
Bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya. Ya. Budaya kesenian tradisional banyak sekali berasal dari berbagai suku di negara kita. Tapi, ada sebuah budaya yang tidak berasal dari suku apa-apa, yang berasal dari diri kita sendiri yaitu: budaya terlambat, alias ngaret.
Mari dipikirkan lebih jauh lagi.
Apakah ngaret adalah suatu budaya yang bisa kita banggakan dan apa akibatnya jika kebiasaan ini dipelihara? Apakah budaya terlambat sebuah bangsa menentukan cepat/lambatnya kesuksesan sebuah bangsa? Apakah keterlembatan seseorang mempengaruhi cepat/lambatnya kesuksesan seseorang? Lalu apakah budaya ngaret ini berkaitan dengan bagaimana seseorang menghargai hidupnya? Apakah budaya ngaret ini juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menghargai waktu orang lain? Dan apakah budaya ngaret ini berkaitan dengan bagaimana cara berpikir seseorang memandang dan menjalani seluruh aspek hidupnya?
Silahkan Anda pikirkan sendiri.
Istilah ‘ngaret’ tampak sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Namun kenyataannya hal tersebut tetap merugikan kita semua. Herannya masih ada saja di antara kita yang punya hobby ngaret. Dari berbagai level sosial, ekonomi dan pendidikan, ngaret sudah menjadi sebuah penyakit yang tampak disukai namun juga dibenci.
Apa sih yang menyebabkan seseorang itu terlambat alias ‘ngaret’?
1. Rumah jauh dari lokasi yang dituju
2. Macet
3. Kendaraan rusak
4. Kondisi darurat yang mendadak dari pihak keluarga/teman
“"Kemampuan bangsa kita untuk maju, berkaitan dengan konsep masyarakat dalam memberlakukan waktu."”
5. Sakit
6. Antrian di POM bensin panjang dan lama
7. Tugas yang mustinya sudah terpenuhi tapi belum selesai
8. Ada perbaikan jalan
9. Di tengah jalan ada yang tabrakan
10. Ada pohon tumbang
11. Begadang, bangun kesiangan
12. Lupa pasang weker
13. Ada pejabat lewat
14. Hujan dan banjir
15. Kendaraan umum yang ditumpangi mogok, rusak, jalannya lambat
16. Janji sebelumnya terlambat jadi kita ikut terlambat
17. .... silakan isi sendiri.
Luar biasa banyak yang bisa kita persalahkan. Daftar di atas akan berkelanjutan, sampai pada akhirnya kita menyalahkan pemerintah atas kurangnya jumlah jalanan. OK. Kalau itu sudah di luar kuasa kita. Banyak hal di luar kuasa kita. Namun BANYAK hal juga terjadi atas kuasa kita. Pada dasarnya dalam kehidupan akan selalu ada 2 kemungkinan: hal yang di luar kuasa kita dan hal yang merupakan kuasa kita. Semakin jauh seseorang meningkatkan kualitas dalam dirinya, semakin banyak kemampuannya untuk bertindak dalam menghadapi suatu keadaan. Mari kita bahas, APA sih aspek yang harus kita mengerti terlebih dahulu supaya kita BISA melakukan tindakan untuk mencegah hobby terlambat atau ngaret dalam memenuhi sebuah janji ?
1. Mempunyai kemauan untuk mengetahui apa yang menyebabkan diri kita terlambat
Hey jangan-jangan selama ini memang kita cuek-cuek saja dan memang tidak ada kemauan untuk mengetahui apa yang menyebabkan diri kita terlambat. Kalau sudah tidak ada kesadaran dan kemauan untuk bisa memenuhi janji tepat waktu ya gak heran kalau kita memang gak punya kemauan untuk mengetahui apa yang membuat diri kita terlambat.
Tapi, jika diri kita memang ada kemauan untuk tepat waktu, dan ada kemauan untuk mengetahui apa yang menyebabkan diri kita terlambat atau ngaret, kita bisa mulai melakukan tindakan, dengan evaluasi dan introspeksi.
2. Meningkatkan kesadaran tentang rentang waktu dan kemampuan mengatur waktu
Pernah ketemu orang yang bilang akan sampai di tempat Anda 5 menit lagi tapi baru sampai 20 menit kemudian? Atau pernahkah Anda janji ke sahabat Anda akan bertemu 5 menit lagi tapi ternyata baru bertemu 25 menit kemudian? Jangan-jangan, ternyata Anda memang tidak sadar bedanya 5 menit dan 25 menit! Atau jangan-jangan orang yang pernah janji ketemu Anda dalam waktu 5 menit, tidak bisa membedakan antara 5 menit dan 25 menit.
Kadang kita punya hobi menyangkal. Yang ada di kepala kita, kita BERHARAP bahwa hal tersebut bisa dilakukan dalam 5 menit. Harapan tersebut begitu besarnya hingga kita tidak merasakan yang kita sebut 5 menit itu ternyata 25 menit. Sounds familiar? Ini terjadi seringkali kepada siapapun.
Percobaan 1: Coba tanyakan kepada diri Anda, berapa lama Anda mandi di pagi hari. Catat di sebuah kertas. Misalnya 5 menit. Lalu saat Anda mau mandi lihat jam Anda, ingatlah jam berapa Anda mulai mandi. Lalu saat Anda selesai mandi, lihat jam Anda, dan hitung jarak waktu dari mulai saat Anda mulai mandi hingga selesai. Lihatlah kembali kertas yang tadi Anda tulis, apakah lama waktunya yang Anda perkirakan sama dengan lama waktu mandi yang Anda baru lakukan?
Mulai sekarang, latihlah kesadaran akan lamanya waktu seperti contoh di atas, dan kenalilah detail dari apa yang Anda kerjakan. Dengan SADAR akan berapa lamanya waktu berjalan, ini akan memperkuat kemampuan Anda untuk mengatur jadwal Anda. Manajemen waktu.
3. Meningkatkan pengetahuan tentang aktivitas yang dijalankan
Seringkali kita ternyata terlalu menyederhanakan proses kegiatan. Misalnya dari rumah ke kantor. Kita suka berpikir dari rumah masuk mobil lalu seperti naik mesin waktu tiba-tiba kita sudah ke kantor. Padahal sebetulnya ada urutannya secara kronologis
- Mempersiapkan barang yang akan dibawa ke kantor
- Sarapan
- Memakai sepatu
- Menuju garasi, memanaskan mobil
- Keluar pagar harus menutup pagar terlebih dahulu
- Di jalan harus beli bensin dulu
- Masuk pagar gedung kantor harus mencari parkir terlebih dahulu
- Dari parkiran harus jalan menuju lift
- Di depan lift harus menunggu dahulu
Nah, kita sering melupakan detail-detail seperti ini. Kan kita gak sekonyong-konyongnya dari mobil di garasi lalu sudah tiba-tiba duduk di ruang kantor kita kan?
Begitu pula dengan semua aktivitas kita lainnya, pada semua perkerjaan kita, pada dasarnya semua terjadi dari rangkaian beberapa kegiatan . Semakin kita mengenal detail dari kegiatan yang diperlukan untuk menuju suatu titik kegiatan lainnya, semakin cerdas kita bisa mengatur waktu untuk tepat waktu memenuhi sebuah jadwal.
4. Mengerti skala prioritas
Keterampilan dalam menyusun prioritas kegiatan atau tugas-tugas kita sangat mempengaruhi seseorang dalam mengatur waktunya. Butuh pengertian dan kesadaran tentang seberapa besar pentingnya dan seperti apa situasi dari setiap tugas atau kegiatan kita, dalam mengetahui dalam urutan prioritas nomor berapa kita meletakan sebuah kegiatan atau tugas.
5. Mempunyai rencana alternatif atau cadangan
Mempunyai rencana alternatif atau cadangan bisa menyelamatkan diri kita dari keterlambatan. Misalnya kita ada jadwal meeting sementara waktu sudah mepet, namun di jalan kita berencana mengisi bensin. Saat mendekati POM bensin, ternyata antriannya panjang. Jalan alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan mengisi bensin setelah meeting saat kembali ke kantor. Jadi kita tetap hadir meeting tepat waktu, namun tetap bisa memenuhi kebutuhan isi bensin kita setelahnya.
Hal ini adalah contoh sederhana. Point yang ingin disampaikan disini adalah kemampuan kita mengolah dan memproses berbagai solusi alternatif dalam menghadapi sebuah situasi, membuat kemampuan kita untuk mengatur waktu semakin kuat.
6. Kemampuan menghargai diri sendiri dan orang lain
Kembali lagi yang menjadi dasar yaitu kesadaran kita dalam menghargai diri sendiri. Bagaimana kita memperlakukan waktu berkaitan dengan bagaimana kita menyikapi diri sendiri. Demikian juga bagaimana kita menyikapi diri sendiri akan memberikan impact terhadap bagaimana kita menyikapi orang lain. Bagaimana kita menghargai waktu orang lain, jadi berkaitan dengan bagaimana kita menghargai waktu diri kita. Kita tentu tidak suka jika seseorang ngaret dengan janjinya terhadap kita, demikian juga orang lain tidak suka jika kita ngaret saat berjanji dengan kita. Pengertian bahwa jika satu hal terlambat bisa berkelanjutan kepada keterlambatan-keterlambatan lainnya, itu berlaku pada diri kita maupun kepada orang lain.
Kemampuan kita untuk mengerti tentang kehidupan berkaitan erat dengan konsep kita memandang waktu. Kemampuan bangsa kita untuk maju, berkaitan dengan konsep masyarakat dalam memberlakukan waktu.
Keterlambatan mencegah terjadinya kesuksesan. Keterlambatan mencegah pertumbuhan. Keterlambatan bisa membuat kita kehilangan kesempatan untuk maju. Keterlambatan, bisa merugikan sejumlah investasi, kerja, dan tenaga yang sudah dikeluarkan untuk sebuah proyek atau sebuah tugas, sekecil apapun itu.
Waktu itu berharga. Seberapa berharga waktu bagi seseorang, bergantung dari bagaimana seseorang menghargai kehidupan.
Apakah kita sudah menjadi bangsa yang berbudaya menghargai waktu?
Bagaimana seseorang menyikapi waktu adalah bagaimana seseorang menyikapi dirinya dan hidupnya. Bagaimana masyarakat menyikapi waktu adalah bagaimana masyarakat menyikapi diri serta kehidupan masyarakat tersebut. Bagaimana sebuah bangsa menyikapi waktu adalah bagaimana bangsa tersebut menyikapi kehidupan dalam bangsa tersebut.
diambil dari
http://id.omg.yahoo.com/blogs/bangsa-berbudaya-dan-budaya-ngaret-maylaffayza-14.html