Rabu, 08 Desember 2010

Tahun Baru Islam dalam Tradisi (Ritual) Indonesia

Bulan Muharam merupakan bulan pertama menurut penanggalan islam. Artinya, tanggal satu muharam pun kemudian selalu diperingati sebagai tahun barunya umat islam. Tahun baru sering kali dijadikan sebagi sebuah awal yang baru, pijakan baru, start baru dalam dalam menapaki kehidupan selama setahu ke depan, sebelum berjumpa kembali dengan tahun berikutnya. Dan sebagai awal untuk menapaki keidupan yang baru, tahun baru sering kali diperingati dengan berbagai perayaan. Perayaan menyambut datangnya tahun baru ini biasanya berlangsung meriah dan beragam dari mulai menyulut kembang api, meniup terompet, mennggelar pentas musik, pawai obor keliling kota, hingga melakukan beragam acara ritual seperti bertapa dan menyerahkan sejumlah penganan untuk sesajen sebagai bentuk pensucian diri. Nah, dalam prakteknya kegiatan yang dua terakhir lah yang sering dilaksanakan dalam perayaan than baru islam. Pawai obor biasanya dilakukan oleh santri-santri dari pesantren atau sekoah agama se-kota. Sementara itu, berbagai ritual dari mulai menyepi dan melakukan persembahan di gua, mencuci keris pusaka hingga mengarak bermacam penganan yang disusun dalam suatu gunungan sebagai simbol rasa syukur masyarakat setempat yang dipercaya akan memberikan rezeki tersendiri nantinya, pun mewarnai perayaan menyambut 1 Muharam. Dan semua ritual itu telah menjadi suatu tradisi turun temurun yang sudah mendarah daging dan menjadi bagian dari warisan budaya lokal setempat. Padahal nilai-nilai yang terkandung dalam ritual itu sering kali dianggap bertentangan dengan nilai-nilai keislaman itu sendiri. Karena itu, dalam postingan ini penulis ingin mengajak para pembaca untuk menyelamidan menyikapi fenomenan di atas, dan bahkan jika memungkinkan memunculkan solusinya.

Sebagai bangsa berbudaya Indonesia tentu saja tidak terlepas dari warisan budaya nenek moyang yan dirunkan dalam berbagai hal dari mulai bahasa, pakaian, kesenian, makanan, hingga adat istiadat dan tradisi. Dan sebagai bangsa multietnis dan multikultural, Indonesia dikarunia bermacam khazanah budaya yang beragam dari mulai Sabang sampai ke Merauke; dari Timor hingga ke Talaud. Semuanya menjadikan Indnonesia ini sebagai bangsa yang kaya akan budaya. Kekayaan budaya menimbulkan kekayaan tradisi. Dan banyak diantara tradisi tersebut yang sifatnya ritual dan ditunjukkan kepada leluhur atau nenek moyang. Ritual-ritual tersebut biasanya berupa serangkaian upacara dalam tingakat kesakralan dan kehusukan tertentu yang dirangkai dengan penyerahan sejumlah hal (baca: benda) semisal kembang tujuh rupa, keris, sejumlah hasil bumi, penganan tradisional siap makan, hingga daran serta kepala binatang tertentu seperti ayam dan kerbau. Sejumlah hal yang disajikan dan dipersembahkan tersebut biasa kita kenal sebagai sesajen.

Sesajen yang dipersembahan biasanya sebagaimana yang telah disebutkan di atas bisa terdiri dari berbagai penganan seperti “bakakak”, buah-buahan, dan berbagai hasil bumi lainnya, bermacam jenis bunga, bahkan bagian-bagian dari hewan seperti darah dan kepalanya. Selain yang berasal dari makhluk hidup dan dapat dikonsumsi tadi, sesajen juga bisa berupa sejumlah benda pusaka yang dipercaya mempunyai nilai keramat. Biasanya sesajen-sesajen tersebut dietakkan di gunung (gua) atau “disimpan” di tengah lautan, tergantung lokasi dan tujuan upacara nya. Dan sesajen tersebut sering kali dipercaya oleh masyarkat setempat sebagai sumber pendatang kemakmuran dan rezeki. Artinya, mereka mempercayai bahwa degan dipersembahkannya sesajen kepada leluhur maka mereka akan menjaga agar tanah-tanah ereka tetap subur, agar hasil tani mereka tetap melimpah, agar lautan bisa menghasilkan banyak ikan, agar gunung tidak memuntahkan ‘virus’ batuknya kepada masyarakat sekitar, agar bumi tidak gonjang-ganjing, dan agar berbagai kebaikan dan keberuntungan lainnya senantiasa memayungi masyarakat setempat. Maka tidak heran, di beberapa tempat bahkan hasil sesajen yang sudah diupacarai tersebut sengaja dibagikan kepada masyrakat sekitar yang juga menyaksikan jalannya upacara. Masyarakat pun begitu antusias bahkan sampai berebut untuk mengambil bagian dari sesajen mengingat dipercaya akan membawa rezeki ataupun sejumlah khasiat lain seperti mebuat panjang umur dan awet muda.

Memang semuanya kembali pada keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Bila kita percaya yah silakan, tidak juga tidak menjadi soal. Akan tetapi yang menjadi masalah ialah nilai yang terkandung di dalamnya. Bagaimanapun niat mereka baik, yakni untuk menunjukkan rasa syukur mereka atas apa-apa yang mereka dapatkan selama ini. Namun, sayangnya ritual persembahan tsb ditenggarai mengandung nilai mistis sebab mereka mempersembahkan semua itu kepada leluhur mereka yang sudah mengahadap sang khalik jauhhhh hari sebelum mereka hidup. Dalam islam mempercayai adanya dzat lain yang patut disembah selain Allah termasuk ke dalam praktek syirik, yang adalah dosa besar. Mempersembahkan sesaji untuk nenek moyang atau penunggu suatu tempat secara tidak langsung mengindikasikan bahwa kita mempercayai adanya kekuatan lain, percaya pada kekuatan lain artinya menduakan Allah, menduakan Allah berarti syirik, dan syirik ialah dosa yang paling besar. Ironisnya, banyak yang kurang sadar bahkan kemudian pura-pura tidak sadar dengan nilai-nilai yang bertentangan itu tadi dengan dalih hanya tradisi.

Tradisi memang sesuatu yang berasal dari kebiasaan para leluhur di masa lalu dan dilakukan secara terus menerus dan saling turun menurun antar generasi sehingga lama-lama menjadi membudaya. Dan tradisi selalu sama dari generasi ke generasi kalaupun ada modifikasi hanya di beberapa tempat yang tidak mengganggu nilai utama dari tradisi tsb dan disesuaikan dengan kondisi zaman. Tetapi, untuk daerah-daerah yang msih belum terjamah dengan perkembangan dunia di luar wilayahnya biasanya tradisi mereka masih asli. Karena itu, tidaklah mudah untuk mengubah suatu tradisi. Bagaimanapun tradisi erat kaitannya dengan budaya yang merupakan kearifan lokal setempat. Menghapus tradisi berarti menciderai budaya yang berakibat hilangnya identitas suatu bangsa. Apalagi di tengah arus globalisasi yang semakin kencang saja berkat dukungan dari kemudahan mengakses informasi dan meluasnya jaringan komunikasi. Akan seperti apa jadinya bangsa ini jika terus dijejali berbagai budaya dari luar tanpa adanya penyaringan dan peleburan dengan budaya lokal?

Sebetulnya dalam pandangan penulis pribadi kita tidak mesti sampai menciderai suatu budaya apalagi sampai menghilangkannya. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa tradisi, bagaimanapun, akan sulit untuk dirubah. Kita mungkin tidak bisa merubah tradisi tersebut secara keseluruhan namun kita bisa mengubah dari beberapa aspek semisal orientasinya. Jika selama ini tradisi yang bersifat ritual dan mengandung unsure mistis itu ditujukkan kepada leluhur demi tujuan terentu, mulai sekarang kita coba untuk menghilangkan unsur mistisnya dengan cara hanya percaya kepada Allah semata dan hanya Ia lah yang maha Pengasih lagi Penyayang; Maha Memberi (Umur, Rezeki, dll); Maha segala-galanya. Mari kita memandang berbagai tradisi itu dari sudut sejarah dan budaya; tidak memaknainya sebagai sebuah ibadah. Alangkah baiknya apabila kita bisa mempertahankan budaya tanpa menciderai nilai-nilai dalam keyakinan yang kita anut. Kita bisa menjadi bangsa yang menjunjung tinggi budayanya sekaligus umat yang taat pada agamanya, pada Tuhannya. Bagaimanapun agama dan kebudayaan di satu sisi bisa saling melengkapi, namun di sisi lain agama dan kebudayaan punya nilai dan tata caranya msing-masing. Maka tak heran jika kemudian muncul pertanyaan agama yang mnciptakan budaya? atau justru budayalah yang menciptakan agama?

Kembali ke perayaan tahun baru, adapun cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk pengungkapan rasa syukur sekaligus menyambut datangnya awal yang baru ialah dengan bermuhasabah. Muhasabah ialah introspksi diri, merenungkan berbagai hal yang telah kita lewati baik yang menyenangkan ataupun menyedihkan, baik yang baik ataupun kurang baik, baik yang positif maupu yang negatif. Adapun yang menyenangkan dan membahagiakan kita syukuri. Pun ketika kita mendapat ujian. Sementara ha-hal baik, prestasi dan hal psitif lainnya dipertahankan bahkan bila mampu ditingkatkan; untuk yang belum baik, kekurangan, bahkan kesalahan diperbaiki. Sebagaimana dikatakan dalam suatu hadist manusia yang beruntung ialah ia yang setiap harinya senantisa menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Artinya, selalu ada perubahan ke arah positif dalam dirinya. Oleh karena itu, dalam rangka menyambut tahun baru ini mari kita ‘rayakan’ bersama dengan bermuhasabah, merenungkan masa setahun yang sudah lewat untuk dijadikan bekal sekaligus pelajaran utuk setahun yang akan dilalui ini. Semoga dengan belajar dari masa lalu kita mampu menjadikan tahun ini jauhhhh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Aamiin.

Dari Penulis:

Postingan ini dibuat dalam rangka memenuhi usikan batin penulis untuk menuangkan kembali masalah tradisi ritual yang mengandung unsur mistis yang beberapa unsurnya bertentangan dengan kpercayan yang penulis anut. Penulis sebelumnya pernah mengangkat hal serup dalam paper untuk kebutuhan tugas akhir di sebuah lembaga pendidikan informal sekitar dua tahun yang lalu. Bila saat ini penulis fokus pada jenis perayaannya (atau bahkan jadi kemana2 malah! *hwaaaa), saat itu penulis fokus pada efek negatif dari unsur-unsur mistis yang terkandung dalam berbagai tradisi ritual tadi. Mohon maaf bila postingan ini cenderung bersifat subjektif dan dirasa kurang pas baik dari segi konten maupun organisasi kalimat, maupun secara kebahasaan. Konten yang justru malah ngalor ngidul, susunan kalimat yang bebatakan, bahasa yang kurang berterima, sampai pada maknanya yang mungkin dirasa terlalu kasar dan ‘vulgar’ bahkan brkesan sok-tahu dan sok sok lainnya. Semua kesalahan apalagi mekanis yang pasti banyaaaak sekali, semua bersumber dari keterbatasan penulis baik dari segi ilmu kepenulisan maupun ilmu kebatinan (LOH!?!?!?), maksudnya ilmu mengenai bahsan ini. Modal penulis hanya kemauan dan niat untuk menyuarakan apa yang ada di benak penulis, dan satu hal yang pasti: postingan ini dibuat tanpa bermaksud untuk merendahkan, menjelek-jelekkan, menghina, apalagi melecehkan bahkan mengadu domba pihak-pihak atau keyakinan tertentu. Jadi bila ada pihak yang tersinggung mohon maaf karena penulis sama sekali tidak punya niatan kea rah situ, dan sekali lagi bahwa KESALAHAN yang ditimbulkan sepenuhnya dari PENULIS. Untuk itu jika memang ada sesuatu yang menganjal, ada yang perlu dikoreksi, diluruskan, dsb, mka kepada semua pengunjung yang kebetulan atau memang malah sengaja membaca postingan ini supaya memberi masukan (saran dan kritik) pada penulis, ok, ok?? Diatos yaa..hatur nuhun.. ^%^

Minggu, 05 Desember 2010

ASIAN GAMES 2010

Multi-event terbesar di Asia, ASIAN GAMES, baru saja usai dihelat sabtu (27/11) yang lalu. Dalam penyelenggaraan yang ke-XVI kali nya ini, kota Guang Zhou di Cina terpilih sebagai tuan rumah. Kejuaraan olah raga antar negara Asia yang digelar sejak tanggal 12 November ini mempertandingkan 42 cabang olahraga (Cabor) yang diikuti oleh 9.704 atlet dari 45 Negara Asia. Cina kembali melanjutkan kedigdayaannya pasca Oimpiade dengan keluar sebagai juara umum setelah sukses mengatongi emas, diikuti oleh Korea Selatan dan Jepang yang menduduki posisi kedua dan ketiga dengan perolehan emas masing-masing . Berikut link klasmen total perolehan medali terakhir ASIAN GAMES 2010.

http://www.gz2010.cn/info/ENG_ENG/ZZ/ZZM195A_@@@@@@@@@@@@@@@@@ENG.html

KEPERKASAAN CINA

Cina, yang saat ini tumbuh menjadi penguasa baru dunia, berhasil melanjutkan kedigdayaannya sebagaimana yang diraihnya di Olimpiade Beijing, tahun 2008 yang lalu. Dominasi Cina ditunjukkan lewat perolehan medali emasnya yang jauh melampaui raihan negar-negara lainnya, termasuk Korea dan Jepang berada di posisi ke-2 dan ke-3 (China 199; Korea 76; Jepang 48). Kesuksesan Cina ini bukan sekedar didukung oleh factor tuan rumah, melainkan oleh kualitas dari para atletnya itu sendiri. Di Olimpiade Beijing yang lalu pun, Cina mampu keluar sebagi juara umum menyisihkan langganan juara umum sekaligus “penguasa” dunia, Amerika Serikat.

Dengan prestasi prestiusnya di dua ajang internasional itu, Cina, yang merupakan negeri dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, mampu menunjukkan pada dunia bahwa selain perkasa di bidang ekonomi, mereka pun perkasa di bidang lainnya termasuk olah raga. Sebenarnya, dengan jumlah penduduk yang mencapai 2 miliar jiwa, tidak mengherankan bila Cina mampu tampil sebagai salah satu Negara berpengaruh. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, negara yang dijuluki negeri tirai bambu ini telah mengalami reformasi di bidang perekonomiannya sehingga perekonomian Negara komunis ini berkembang dengan pesatnya. Lihat saja, saat ini di pasaran hamper seluruh dunia pasti kita bisa menemukan produk bikinan Cina.

Dengan kekuatan ekonominya, jumlah SDM nya yang besar, wilayahnya yang luas, Cina layak disejajarkan dengan AS. *edit*

INDONESIA DI POSISI KE-15!

Sementara itu, Negara kebanggaan kita bersama, Indonesia, hanya mampu menempati posisi ke-15 di klasmen akhir peroleham medali dengan 4 emas, 9 perak, dan 14 perunggu. Hasil ini lebih baik bila dibandingkan dengan hasil yang diperoleh di ASIAN GAMES XV I Doha, Qatar, empat tahun yang lalu. Saat itu, Indonesia finish di urutan ke-21 dari negara yang ambil bagian dengan hanya berhasil meraih dua emas. Keempat medali emas bagi Indonesia tersebut disumbangkan dari cabang bulu tangkis dan perahu naga beregu putra.

Cabang bulu tangkis, sesuai tradisi kembali menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia. Kali ini emas disumbangkan oleh ganda nomor satu Indonesia yang juga merupakan juara Olimpiade Beijing, pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan. Di final, Indonesia bertemu dengan Ganda unggulan pertama asal Malaysia Koo Kie Kiet/Tan Boon Heong, yang adalah peraih medali emas ASIAN Games XV Doha, Qatar. Sementara empat tahun yang lalu, emas disumbangkan oleh Taufik Hidayat dari sektor tunggal putra. Selain satu medali emas, cabang olah raga unggulan Indonesia ini juga menyumbangkan tiga perunggu masing-masing dari nomor beregu putra-putri dan ganda putra.














Kejutan justru datang dari cabang Dragon Boat yang berhasil menyumbang tiga emas, masing-masing dari nomor 1000m, 500m, dan 250m beregu putra. Sementara tim putri harus puas memboyong tiga perak setelah finish di belakang tim Cinadalam tiga nomor bertrut-turut. Raihan tiga emas dan tiga perak ini membuat Indonesia keluar sebagai juara umum di cabor Dragon Boat. Menariknya, cabor ini sempat hamper tidak diberangkatkan ke Guang Zhou karena alas an personil yang terlampau banyak dan tidak diprediksi akan mampu mendulang medali. Sungguh suatu ‘drama’ yang berkhir dengan happy ending.












Sementara itu medali perak dan perunggu juga disumbangkan oleh atlet-tlet dari cabor Wushu, Boling, Angkat Besi, Balap Sepeda, Dayung/kayak, Karate, Billiard, Weightlifting, dan Sepak Takraw. Berkat prestasinya, beberapa hari yang lalu para atlet yang berhasil menyumbangkan medali itu diberikan sejumlah bonus oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (MENPORA), Andi Malarangeng di . Bonus itu sebagai tanda penghargaan sekaligus bukti perhatian dari pemeintah kepada para atet berprestasi yang sering kali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Secara umum, dengan perolehan 4 emas, 9 perak, dan 13 perunggu, Indonesia memang mengalami peningkatan dari segi peringkat, namun secara kualitas masih banyak yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Kita bolehh saja berbangga dengan berhasil bercokol di posisi 15, namun kita juga harus sadar bahwa kita masih berada di bawah Thailand dan Malaysia yang masing-masing berada di posisi ke 9 dan 10 dengan 11 dan 9 emas.

Berikut link petolehan medali Indonesia di ASIAN GAMES 210 selengkapnya:

http://www.gz2010.cn/info/ENG_ENG/ZZ/ZZM194A_@@@@@@@@@@@@@@@@@ENG_NOC=INA.html

TUAN RUMAH SEA GAMES 2011

Hal ini tentu saja mesti dijadikan bahan evaluasi yang serius bagi pemerintah khususnya MENPORA dan KONI Pusat mengingat posisi Indonesia yang akan menjadi tuan rumah SEA GAMES tahun 2011 mendatang. Jika tidak sigap, mimpi untuk menjadi juara umum akan pupus. Pasalnya, berkaca pada hasil ASIAN GAMES XVI Guang Zhou Thailand dan Malaysia akan menjadi pesaing terkuat bagi Indonesia untuk berebut tahta juara umum. Indonesia memang paling berpeluang mengingat posisinya sebagai tuan rumah yang notabene akan mendapat dukungan langsung darimasyarakatnya, namun faktor tuan rumah tidaklah berarti tanpa didukung kualitas yang mumpuni dari para atletnya. Bagaimanapun sekarang persaingandi tingkat ASEAN sudahsebegitu ketatnya. Selain Thailand dan Malaysia, ada pula Vietnam, Philipina dan Myanmar yang menjadi underdog.

Persiapan yang matang serta komitmen dari semua pihak, baik atlet, pelatih, pengurus, penyelenggara, pemerintah, dan tentu sajadukungan seluruh masyarakat Indonesia, akan menjadi kunci bagi keberhasilan dan kesuksesan kontingen Indonesia di SEA GAMES mendatang. Bukan hanya dari segi peserta, melainkan juga dari segi penyelenggaraan. Semoga faktor tuan rumah bisa menjadi nilai plus tersendiri yang dimanfaatkan secara positif. Artinya, keberhasilan para atlet nantinya berkat dukungan segenap rakyat Indonesia bukan berkat “dukungan” wasit. Bagaimanapun dalam dunia olah raga, sportivitas harus dijunjung tinggi. Untuk itu kepada seluruh rakyat Indonesia mari kita berikan dukungan baik secara langsung ataupun melalui do’a kepada para atlet Indonesia agar bisa meraih hasil yang optimal di SEA GAMES mendatang. Pun agar Indonesia sukses menggelar hajatan Negara-negara se Asia Tenggara ini. Aamiin.


Sumber:

Official ASIAN GAMES XVI (http://www.gz2010.cn/special/0078002F/enindex.html)

Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/2010_Asian_Games)

Gambar: Google Search ^^



Kamis, 02 Desember 2010

GUNNERS Latest Match

hoalaaaahh...long time no post about GUNNERS! Udah banyaaaaaak BGT pertandingan yang mereka lewati! Dan penulis juga sudah cukup banyak ketinggalan because of one and the other things :((. Tapi do't be worried everybody, penulis teteup ngikutin perkembangan GUNNERS, our pride :)). Tadinya sih penulis mau ngereview satu-satu, tapi demi efektivitas wakru dan efisiensi laman, akhirnya penulis memutuskan untuk mempostkan LInk nya saja.. Do, here is the LINK of GUNNERS' match this 2010/20100 season, enjoy.. :))


http://www.goal.com/id-ID/teams/england/94/arsenal/calendar



Rabu, 17 November 2010

'Too Good to be True'

I always dream about happiness
I always dream about my future
I always dream about my goal
I always dream about my life

And fortunately
I've dreamed about happy thing
I've dreamed about bright future
I've dreamed about succeed goal
I've dreamed about beautiful life

but one thing,
there was some dreams
that too good to be true
for me,
my happiness,
my future,
my goal,
my life...

Rabu, 03 November 2010

Kisah Pengalaman Konyol

Dear all..

nih sedikit cerita tentang pengalaman penulis hari ini:

penulis ceritanya mengajukan surat permohonan dana untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saat pelaksanaan kegiatan. Dana yang dibutuhkan sebanyak 170 ribu rupiah, jumlah yang tidak banyak sebenarnya untuk ukuran organisasi dimana penulid bernaung. Entah sebuah keberuntungan ataupun ketidakberuntungan ketika penulis ditakdirkan bertemu langsung dengan sang bendahara Umum yang punya kuasa langsung terhadap keluar-masuknya dana di induk organisasi tsb. Padahal biasanya penulis ataupun rekan-rekan yang lain hanya bisa menemui pemegang kas, yang meskipun memegang dana, namun tidak punya kuasa terhadap aliran dananya. Dan beginilah hasil percakapannya:
P'Bendum: Aya naon neng?
Me: ini pak jum'at sekarang mau ada kunjungan dari PW (level pimpinan yang lebih tinggi-red), nah ini surat pemberitahuannya untuk PDM.
P'Pendum: yah sok aja, udah atuh silakan tinggal pilih mau pake ruang yang mana. Udah kan? (sambil senyam senyum penuh intrik)
Me: eehh..iyah pak itu mah memang hanya sekedar pemberitahuna, tapi masih ada pak, ini yang lebih penting, masalah dana untuk konsumsinya pak. (menyerahkan surat lainnya sembari senyum2 penuh harapan-->ngarep.com)
P'Bendum: ooh..atuh konsumsi mah gampang lah, ada itu2 wae mah (sambil nunjuk2 ke arah yang penulis pun kebingungan apa tang ditunjuk apalagi dimaksud sama si bapak)
Me: iya pak tapi kan tetep kedah ngangge acis pak..hehe
*dibacalah surat itu baik2 oleh pak bendum, terutama bagian lampiran yang merinci jumlah biaya yang dibutukna*
P'Bendum: saratus cekap? (masig dengan senyumnya itu loh! heu)
Me: emmhh..(mikir menemukan kata2 yg tepat) yah cekap lah pak teu nanaon! (gleeeek! masih dengan mikir dan sadar gak sadar!)
*rona muka orang2 yang ada di ruangan itu termasuk sang Bendum kecuali penulis langsung merengut diliputi keheranan*
P'Bendum: leres cekap saratus? (masih dengan semyumnta berikut kesan serius-loe?)
Me: iy...yaaa...lebih seueur langkung sae pak.. (mylai terbata menyadari ada something wrong)
P'Bendum: leres nya saratus cekap, cekap kan? (masih berusaha memastikan penulis bener2 bilang kata 'cekap')
Me: ehhh.... (speechless, semakin sadar dengan blunder yg dibuat)
P'Bendum: leres nya cekap, yeuh diseratkeun tah! (sambil menuliskan semacam memo di lampiran surat tadi)
P'bendum: cekap nya leres saratus tah! (masih 'takjub' dengan ke-nrimo-an penulis sepertinya)
*penulis melongo seraya menyesali ke-nrimo-an penulis, tapi terus melanjutkan pembicaraam*
Me: kinten2 iraha tiasa cairna?
p'Bendum: tah di p'Jaja nya, ka p'Jaja we.
Me: iraha pak kinten2? (nanya ke p'Jaja maksudnya)
P'Bendum: hoyongna iraha kitu?
Me: yaah..lebih cepat lebih baik pak..hehe
*tanpa banyak mikir serta merta beliau menyodorkan sebuah amplop*
P'Bendum: yeuh atuh yeuh ai hoyong ayeuna mah, tah saratus rebu nya. Cekap kan tadi saurna. (masih membawa2 si cekap..aarrghh!).
*penulis ambilah amplop itu, bhakan sempat ngintipin! heu*
Me: Hatur nuhun pak.. (dengan senyum penuh kebangaan)


ssstt..bersambung dulu yaahh..nanti disambung lagi, okokok??? see U :))

Selasa, 02 November 2010

Welcome November

First of all I just wanna say: WELCOME NOVEMBER!!! :))

then I just wanna make it clear that I'm being fatter!
hehhh, not a good fact but it's ok laah since it menas that I'm fully guaranted MAKMUR! haha
aahh...that's all what I want to tell right now, see u in my next post yaa.. :D